Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Minggu, 16 Agustus 2026
Ini Alasan Anak Bunuh Ibu Kandung di St Regis
BERITABALI.COM, BADUNG.
Berdasarkan keterangan pelaku kepada pihak kepolisian terungkap bahwa pelaku Heather Loisa Mack (19) bersama pacarnya Tommy Schaefer (21) tega menghabisi nyawa ibunya, lantaran kesal hubungannya tidak setujui korban.‬
Hal itu terungkap dalam rekontruksi pembunuhan sadis yang dilakukan anak dan kekasihnya, terhadap ibu kandungnya Sheila Ven Wilse Mae (62), warga Amerika Serikat, dilakukan Polresta Denpasar secara diam-diam dan tertutup.
Kasat Reskrim Polresta Denpasar, AKP I Nengah Sudiarta berdalih reka ulang yang dilakukan secara kucing-kucingan itu berdasarkan permintaan pihak Hotel St Regis Nusa Dua, Bali, lokasi terjadinya pembunuhan yang menghebohkan itu.
"Ini demi pariwisata dan pertimbangan tamu yang menginap, maka kami lakukan dengan tidak melibatkan banyak pihak," ujar Sudiarta, Senin 13 Oktober 2014.
Menurut Sudiartana, rekontruksi untuk mengungkap kejadian pada dua bulan lalu di hotel mewah di wilayah Nusa Dua itu sedikit ada perbedaan dengan keterangan pelaku dalam berita acara pemeriksaan atau BAP.
"Ada 48 adegan yang direkontruksi selama 2 jam tadi. Hanya ada tiga saja beda dengan keterangan para tersangka dalam BAP," pungkas Sudiarta.
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4553 Kali
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2359 Kali
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2013 Kali
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1619 Kali
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1061 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun