Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Anak Dijemur Guru Hingga Sakit, Ortu Siswa Protes

Jumat, 17 April 2015, 18:10 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabalicom

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Tidak terima anaknya menjalani hukuman fisik dijemur selama satu jam karena tidak mengerjakan tugas, salah satu orang tua murid SMPN 3 Tabanan protes.
 
Protes dilayangkan langsung  Dewa Gede Sudarsana (45) warga Samsam Kecamatan Kerambitan kepada Kepala Sekolah SMPN 3 Tabanan Nyoman Sulendra, Jumat (17/4/2015).
 
Sudarsana menyatakan dirinya tidak bisa menerima pemberian hukuman fisik yang diberikan kepada anaknya lantaran tidak mengerjakan tugas. Akibat hukuman fisik berjemur selama satu jam tersebut, panas badan anaknya  kian parah. 
 
“Anak saya trauma dan panas badanya semakin parah,” keluhnya. 
 
Ia menilai hukuman fisik sudah tidak patut diberikan kepada murid. “Sebaiknya hukuman yang diberikan berupa mengerjakan tugas sekolah yang ada kaitanya dengan pelajaran,” terangnya. 
 
Ia pun meminta kepala sekolah membuatkan surat pernyataan agar guru yang menghukum anaknya tersebut tidak mengulangi  lagi memberikan hukuman fisik yang berakibat buruk pada psikis anak didik. 
 
Pada kesempatan itu juga Sudarsana membawa surat keterangan sakit dari anaknya yang membutikan kalau pasca menjalani hukuman fisik, anaknya bertambah sakit.  
 
Mendapatakan keluhan seperti itu Kepala Sekolah SMPN 3 Tabanan I Nyoman Sulendra berjanji memberikan pembinaan kepada guru yang dimaksud. Ia mengaku  baru mendengar keluhan tersebut. 
 
“Kami menyambut baik masukan dari orang tua murid. Dengan masukan ini, kedepan kami jadikan bahan evaluasi,” terangnya. 
Terkait sangksi, pihaknya jelas akan menegur oknun guru yang dimaksud dan akan memehuni pemintaan orang tua murid agar guru yang bersangkutan menandatangani surat pernyataan tidak lagi memberikan hukuman fisik seperti itu. “Kami akui kami salah dan kami akan membina guru yang bersangkutan,” tandasnya.  
 
Ditambahkan, kasus serupa juga pernah terjadi sekitar dua tahun lalu. Guru yang sama juga memberikan hukuman  namun saat itu terjadi pada saat jam les sekolah. “Kami harus bimbing yang bersangkutan lagi,” tandasnya.
Hukuman fisik diberikan oleh Guru S E kepada muridnya karena tidak mengerjakan tugas berupa memindahkan data dari computer ke dalam flash disc , Kamis (16/4).  Diduga marah karena tidak menuruti perintahnya, Guru SE yang mengajar IPA,  kemudian menjemur anak-anak di halaman sekolah sekitar pukul 10. Selama satu jam menjalani hukuman fisik, salah satu siswa  anak dari Dewa Gede Sudarsana yang kondisinya lagi tidak sehat, akhirnya langsung sakit.
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/nod



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami