Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 6 Mei 2026
BEWF Jembatani Figur Muda Kreatif Indonesia dan Karyanya
Sabtu, 18 April 2015,
23:55 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Bali Emerging Writers Festival (BEWF) merupakan sebuah festival yang dirancang untuk menjadi wahana dialog dan berbagi pemikiran bagi para penulis, seniman dan kreator muda dari seluruh Indonesia untuk memperkaya dan memperluas wawasan dan jaringan, dengan harapan muncul generasi baru penulis-penulis besar.
Bertajuk “The Voices You Need to Hear”, BEWF adalah bagian dari festival sastra internasional Ubud Writers & Readers Festival yang merupakan program tahunan dari Yayasan Mudra Swari Saraswati.
Memasuki tahun kelima, BEWF 2015 akan diselenggarakan pada tanggal 24 - 26 April di Danes Art Veranda, Denpasar, Bali. Nama-nama yang akan meramaikan festival ini diantaranya adalah Eka Kurniawan (Jakarta), Valiant Budi (Bandung), Windy Ariestanty (Jakarta), Aan Mansyur (Makassar), Terra Bajraghosa (Yogyakarta), sineas Lucky Kuswandi (Jakarta) yang karya terbarunya “Selamat Pagi Malam” diputar di festival-festival bergengsi Tokyo, Singapura, London dan Los Angeles. Dari Bali sendiri akan tampil I Putu Supartika yang menulis dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Bali dan Ni Wayan Idayati yang karyanya telah dimuat di beberapa media nasional. Tahun ini juga BEWF kedatangan lebih banyak penulis muda internasional, yaitu dari Singapura (Noor Hasnah, Deborah Emmanuel) dan dua orang penulis Australia pertukaran dengan Emerging Writers Festival (Omar Sakr, Lou Heinrich).
Rangkaian acara BEWF terdiri dari diskusi panel, pemutaran film, workshop, musik, pertunjukan sastra, serta ruang komunitas kreatif. Eka Kurniawan yang karyanya sukses diterjemahkan ke dalam bahasa asing di Jepang, Malaysia, Perancis, Italia, dan Inggris, akan bercerita bagaimana ia mengawali karirnya dan membahas sastra Indonesia di mata dunia. Windy Ariestanty akan memberi loka karya cara menulis cerita travel yang menarik.
Selain itu tiga penulis dari tiga negara akan berbagi bagaimana kota kelahiran atau negara mereka membentuk dunia imajiner dalam karya mereka. Wulan Dewi Saraswati (Bali) dan Lou Heinrich (Australia), dua penulis perempuan berbakat, akan membahas penulis perempuan di dunia patriarkal.
Sineas Agung Yudha, illustrator Terra Bajraghosa dan blogger Valiant akan mengupas perihal berkarya dalam media baru. Acara ini juga akan dimeriahkan dengan pertunjukan musik Budi Doremi, pemutaran film dan diskusi karya bersama Lucky Kuswandi dan sineas lainnya, pembukaan pameran foto dokumenter yang mengangkat tema marginal ( dibimbing oleh fotografer senior Rio Helmi dan fotrografer muda Anggara Mahendra) peluncuran buku Dari Balik Jeruji, antologi cerpen dan puisi karya anak-anak binaan Lapas An ak di Amlapura. Mereka dilatih menulis oleh Cok Sawitri dalam lokakarya yang diselenggarakan festival bersama Sloka Institute Februari lalu.
Sebelum festival utama berlangsung, BEWF juga menyelenggarakan pre-event berupa Kelas Menulis Online dan BEWF Goes To Campus di Singaraja, Bali.
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 607 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 585 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 436 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 427 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026