Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 7 Mei 2026
Ditanya Konflik GWK, Menteri Pariwisata No Comment
Minggu, 14 Juni 2015,
09:40 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Menanggapi kisruh berkepanjangan yang terjadi di objek wisata Garuda Wisnu Kencana (GWK), Menteri Pariwisata, Arief Yahya berkelit dan hanya menjawab 'no comment'.
Ketika didesak soal kemelut tak berkesudahan di obyek wisata ternama di Bali itu, Menteri Kabinet Kerja Jokowi yang didampingi Gubernur Bali, Made Mangku Pastika justru menghindar dan buru-buru pergi meninggalkan arena pementasan panggung pembukaan pawai Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-37 di depan Bajra Sandi kawasan Puputan Renon Denpasar, Sabtu (13/6/2015).
Sikap yang tidak jauh berbeda juga ditunjukan pihak pengelola Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang juga bungkam, tak berbicara satu patah katapun ketika awak media terus berusaha menghubunginya. Bahkan saking tertutupnya, tidak ada satupun manajemen di objek wisata tersohor Badung Selatan itu mau berkomentar.
Sikap yang sama juga diutarakan pengelola lama GWK, Agung Rai Dalem yang juga tidak mau berkomentar banyak. "Cari saja langsung manajemen GWK di sana. Saya tidak tahu soal GWK sekarang. Siapa yang dihubungi saya juga tidak tahu. Karena sudah lama berhenti kerja di sana," jelasnya.
Aksi tertutup pengelola GWK ini juga ditunjukan oleh manajemen baru GWK. Saat nomor handphone salah satu Manajer Pelaksana di GWK yang bernama Tri dihubungi para wartawan juga tidak mau diangkat. Bahkan, sms yang dikirim untuk meminta klarifikasi soal kisruh GWK juga tidak mau dibalas. Aksi bungkam ini seolah menunjukan pengelola GWK yang baru terkesan ada upaya untuk menutup-nutupi kekisruhan yang terjadi antara pengelola GWK PT Alam Sutera Realty dengan ratusan pemilik Toko Plaza Amata (PTPA).
Sementara, terkait kisruh yang berkepanjangan di GWK ini, Kepala Dinas Pariwisata Bali, Anak Agung Gede Yuniartha Putra mengaku serius menyelesaikan maslah ini. Ia bahkan sudah melayangkan surat pemanggilan terhadap kedua belah pihak yang bertingkai.
"Kita sudah kirimkan surat pemanggilan kepada yang bertikai, baik pengelola GWK dan pihak pemilik toko sudah kita kirimkan surat. Nanti Rabu depan, mereka akan kita ajak duduk bersama dengan Pak Wagub di Kantor Gubernur jam 9 Pagi," janjinya.
Sementara itu, secara terpisah Perkumpulan Pemilik Toko Plaza Amata (PTPA) mengapresiasi janji Pemprov Bali terutama Wakil Gubernur Bali, Ketut Sudikerta untuk memfasilitasi kisruh yang terjadi antara mereka dengan pihak pengelola GWK, PT Alam Sutera Realty (ASR).
"Saya mengapresiasi janji Wagub Sudikerta untuk memfasilitasi terkait kemelut yang terjadi antara pemilik toko di Plaza Amata dengan pengelola GWK PT Alam Sutera Realty," kata Ketua PPTPA, Hendra Dinata.
Pria yang akrab dipanggil Sinyo itu mengharapkan peran serta semua pihak dalam memediasi dengan PT Alam Sutera Realty. Pasalnya, sejak mereka mengelola kawasan tersebut, akses ke kawasan Plaza Amata bermasalah, seperti larangan untuk masuk ke kawasan pertokoan itu.
"Sebelum PT Alam Sutera Realty yang menjadi pengelola, kami tidak ada masalah. Karena kami membeli pertokoan itu merupakan satu kesatuan dari GWK, sehingga otomatis akses jalan pun itu satu-satunya yang digunakan. Tapi belakangan ini jalan itu dimasalahkan oleh PT Alam Sutera Realty," ungkapnya.
Sinyo berharap kepada pemerintah, khususnya Wagub Sudikerta untuk memfasilitasi dan mencarikan jalan keluar, sehingga semua pihak merasa tidak ada yang dirugikan. Menurutnya, kalau kasus seperti ini terjadi dengan investor luar negeri, mereka dipastikan akan khawatir berinvestasi di Bali.
"Kami hanya bisa berharap kepada Pemprov Bali agar permasalahan ini segera selesai. Karena jika tidak selesai dan terus terjadi keributan di sana, tentu akan mencoreng citra pariwisata Bali. Karena itu kami mohon kepada pemprov dan instansi terkait ikut memediasi kasus tersebut agar segera tuntas," tandasnya.
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 644 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 607 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 453 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 443 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026