Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 8 Mei 2026
Polair Polda NTB Komit Perangi Perburuan Hiu Paus dan Pari Manta
Perairan NTB Jadi Pusat Perburuan
Sabtu, 27 Juni 2015,
02:10 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Lombok. Direktorat Polair Polda NTB berkomitmen untuk memerangi perburuan satwa langka hius paus dan pari manta, di wilayah perairan NTB.
Kasatrolda Dit Pol Air Polda NTB, Kompol Dewa Wijaya, SH.MH mengatakan, pasca pengungkapan perdagangan gelap sirip dan tulang hiu paus dan pari manta di wilayah hukum Polda NTB, pihaknya kini semakin gencar melakukan operasi untuk memerangi perburuan species langka dan dilindungi ini.
"Kasus ini kebetulan banyak terjadi di wilayah kami di Tanjung Luar dan Luwuk. Pengepulnya dari NTB, semua dikumpulkan di Surabaya dan Tangerang, setelah itu diekspor ke Singapura dan China,"jelasnya Sabtu (27/6/2015).
Dewa Wijata menambahkan, setiap minggunya, minimal 1 truk fuso sirip dan tulang hiu paus dan pari manta dikirim dari wilayah Lombok menuju Surabaya. Harga satu hiu paus dan pari manta ditaksir sekitar Rp 2-3 juta per ekor.
"Untuk itu kita perlu dukungan semua pihak untuk membantu kami dalam bekerja melindungi species langka dilindungi seperti hiu paus dan pari manta, karena masalah ini sekarang juga menjadi perhatian dunia internasional,"ujar Dewa yang juga seorang penerbang ini.
Dalam jumpa pers pada 23 Juni 2015 lalu di Kantor Kementrian Kelautan dan Perikanan Direktorat Jenderal Kelautan Pesisir dan Pulau-pulau kecil UPT Balai Pengelola Balai Pesisir dan Laut (BPSPL) Bali Wilayah Kerja Nusa Tenggara Barat, terungkap semua produk olahan hiu paus dan pari manta di pasaran semua berasal dari wilayah NTB.
Kasi Pengawasan Ekosistem Perairan Direktorat Jendreral Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan (KKPRI) Agustiawan, penangkapan pelaku perdagangan hiu paus dan pari manta di wilayah Polda NTB merupakan operasi tindak lanjut dari kasus di wilayah pulau Jawa dan Bali.
"Di Surabaya kita tangkap 3 pelaku, Cirebon Indramayu 2 pelaku, di Bali 100 kilogram lebih dan sudah vonis 1 tahun 4 bulan, seminggu kemudian lanjut ke Serang menemukan 3 kilogram, perkembangan terakhir semuanya mengarah ke NTB,”jelasnya.
Hasil pengkapan dan penggerebegan oleh Polair Polda NTB berhasil mendapatkan hasil 3 Karung kecil Insan Pari Manta dan 4 karung tulang dan insang di Wilayah Tanjung Luar. Kemuadian di Desa Rumbuk – Sakra mendapatkan sirip hiu paus seberat 6 kilogram dan 2 karung campuran tulang hiu paus. Polisi mengamankan 2 tersangka berinisial Ma dan Ra.
Menurut pelaku barang-barang ini akan di jual ke Surabaya. Peredaran pemasaran dari Surabaya akan dikirim ke China untuk bahan-bahan pengobatan.
"Kami dari Kepolisian Dit Pol Air Polda NTB siap membantu dan bekerjasama dengan instansi terkait lainnya guna mencegah, mengungkap, menindak dan membasmi kejahatan tindak pidana di perairan khususnya TP illegal fishing sesuai dengan tugas kami sebagai Satgas V Program Quik Wins Polri tahun 2015-2016,"tegas Dewa Wijaya SH.MH.[bbn/psk]
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 790 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 692 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 514 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 495 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026