Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pengakuan Rachmania Diperkosa Sopir Taksi Uber Dinilai Janggal

Selasa, 12 Januari 2016, 06:05 WITA Follow
Beritabali.com

beritabalicom/dws

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Pemilik akun media sosial Path yang bernama Rachmania, sebelumnya mengaku hampir menjadi korban pemerkosaan oleh sopir taksi Uber di Bali membeberkan hari buruk yang membuatnya trauma itu dalam akun Path miliknya. 
 
Setelah kejadian nahas yang dialami, Ia mengaku melaporkan peristiwa itu ke pihak Uber.  Saat itu juga dilakukan pelacakan, dan hasilnya sopir yang datang kepadanya bukanlah dari Uber, tetapi orang lain. 
 
"Setelah kita menginvestigasi semua jejak, kita menyimpulkan bahwa driver yang saya sebut (Rendy, pengemudi Avanza DK 1698 FX) tidak berbuat cabul. itu membingungkanku, terlebih setelah apa yang saya alami. Saya lantas mengingat-ingat sejak saat mengorder Uber tadi malam," ungkap pemilik akun yang mengaku Rachmania.
 
Menurutnya, Rendy, yang sebelumnya diduga sebagai pelaku pencabulan memang memiliki wajah mirip dengan pelaku. Namun terdapat berbedaan yang mencolok antara pelaku dengan Rendy, yaitu soal rambut. Selain itu, Rachmania juga mengakui kesalahannya tidak memperhatikan detail pemesanan. 
 
Seharusnya mobil yang menjemputnya tipe Avanza, tetapi yang datang Suzuki Splash bernopol depan DK 1878 dan nopol belakang DK 1319 KN. Sedangkan nomor telepon pelaku adalah 0812362379xx.
 
"Saya ceroboh, tidak begitu memperhatikan bahwa mobil yang datang berbeda. Ternyata yang datang pria lain yang cabul, bukan Rendy," jelasnya.
 
Menanggapi hal ini, Ketua Persatuan Sopir Taksi Bali (Persotab), I Ketut Witra menegaskan pengakuan perempuan pemilik akun yang mengaku sebagai Rachmania dinilai janggal dan tidak masuk akal. Karena sebagai korban yang nyaris diperkosa akan sulit ingat ataupun memperhatikan sangat detail nopol mobil pelaku. 
 
Apalagi menyebutkan mobil yang dikendarai pelaku berbeda, padahal seharusnya setiap pemesanan taksi dalam aplikasi Uber Taksi tidak mungkin bocor ke pihak lain. 
 
"Tidak masuk akal sampai korban hapal menyebutkan nomor plat pelaku. Biasanya tidak pernah ada penumpang sampai memperhatikan plat nopol seperti itu. Jadinya bisa saja ada pihak lain yang sengaja mengaku sebagai Rachmania untuk mengaburkan kasus ini untuk kepentingan pihak lain," ucap Witra saat dihubungi, Selasa (12/1/2016)
 
Oleh karena itu, Ketua Asosiasi Peduli Sopir se-Bali ini mengaku seluruh sopir taksi akan turun dan mengancam akan demo massal bersama ribuan sopir taksi. Dikatakan pilihan berdemo ini menjadi harga mati dengan melakukan pengerahan massa untuk membubarkan dan menutup operasi Uber dan Grab Taksi di Bali. 
 
 
"Kita akan bergerak pertengahan januari ini. Karena kita sudah berikan waktu deadline untuk Ketua DPRD Bali untuk menyelesaikan persoalan ini. Kita akan jaga masing-masing lini harus bisa menyelesaikan kasus Uber dan Grab Taksi ini. Karena keamanan Bali bisa terusik dengan kejadian negatif dari kasus percobaan pemerkosaan di Uber Taksi ini. Jangan sampai merusak citra keamanan Bali yang berimbas terhadap kunjungan wisatawan," pungkasnya.
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/rob



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami