Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Lawan Teroris Sarinah, Polri Bekerja Sistemik
Senin, 18 Januari 2016,
06:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Dalam penanganan aksi teroris di Sarinah Jakarta, aparat kepolisian telah bekerja dengan baik dan sistemik. Tidak ada istilah kecolongan dalam penanganannya.
Hal ini disampaikan Prof (Ris) Hermawan “Kikiek” Sulistyo, Ph.D, Kepala Pusat Kajian Keamanan Nasional, UBJ (Universitas Bhayangkara Jaya) Jakarta, dalam siaran pers yang diterima redaksi beritabali.com.
Hermawan menyatakan, pemberitaan dan diskusi di ruang publik mengenai Bom Sarinah berkembang produktif, sekaligus kurang produktif. Yang produktif adalah konsolidasi psikologi dan kebatinan publik untuk melawan terorisme, yang ditunjukkan lewat tema “Aku Tidak Takut Teroris,” sementara yang kurang produktif seperti “polisi kecolongan” dan berbagai spekulasi, analisis tak berdasar, rumor, gosip, dan halusinasi.
"Kami merasa perlu menyampaikan press release terkait dengan isu-isu di atas. Concern adalah strategic think tank yang kegiatannya antara lain membantu pengembangan kemampuan SDM kepolisian. Kasatgaswil Densus 88 Metro Jaya dan Banten KBP Urip Widodo adalah associate Concern. Begitu pula dengan anak-anak buahnya, termasuk AKBP Untung Sangaji dan IPDA Tamat Suryani,"ujarnya.
“Kedua tokoh heroik” Bom Sarinah yakni AKBP Untung Sangaji dan IPDA Tamat Suryani, bekerja di bawah kendali Kasatgaswil Densus 88 Metro, yang bertanggungjawab kepada Ka Densus 88 Mabes Polri dan Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Dr Tito Karnavian, yang kebetulan juga mantan Ka Densus 88. Puncak hierarki pada Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti.
"Jadi, sepanjang yang saya ketahui, mereka semua bekerja sistemik dan tidak ada istilah “kecolongan,” karena masih terdapat beberapa bom yang belum sempat diledakkan karena terduga teroris keburu ditembak. Selain itu, saya juga mengetahui (karena mereka dalam asuhan saya), tidak ada skenario politik, ekonomi, atau apapun selain keamanan,"ujarnya.
"Tentang info dari AKBP Untung Sangaji bahwa ada dua pelaku yang melarikan diri, setelah kami lakukan cross-checking dengan yang bersangkutan, ternyata tidak benar. Yang bersangkutan telah klarifikasi bahwa pandangannya tertutup oleh commotion massa, sehingga tidak begitu jelas terlihat apa yang berlangsung,"imbuhnya.
Sekarang, perburuan besar-besaran terhadap jaringan teroris di seluruh Indonesia tengah berlangsung. Hermawan mengajak segenap masyarakat untuk mendukung kerja pihak kepolisian dengan tidak membuat kegaduhan informasi yang bercampur dengan halusinasi para pengamat terorisme yang ingin membangun kisah-kisah fiksi sinetron.
"Lebih baik kita percaya pada kerja forensik Polri,"tutupnya.
Berita Premium
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3830 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1775 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026