Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 5 Mei 2026
Lahir di Arena Tajen, Bayi Ini Diberi Nama Arenata
Minggu, 3 April 2016,
16:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Ni Luh Seniwi (35), seorang penjual bubur, melahirkan anak laki-lakinya di arena tajen di Banjar Cengolo, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, Sabtu (2/4). Ia memberi nama anak ketiganya itu Arenata.
Nama Arenata diambil untuk mengingat kalau bayi laki-laki itu dilahirkan di arena tejen. Seperti yang dituturkan oleh Adnyana Putera (35) suami dari Luh Seniwi. Nama itu dipilih atas saran dari rekan-rekannya di arena tajen, yang mengharapkan agar ada kaitan kelahiran bayinya dengan lokasi lahirnya.
Pria yang dalam keseharian merawat dua anaknya di rumah itu, sebelumnya telah memiliki dua anak laki-laki, yang pertama telah sekolah IV SD, yang kedua masih berusia empat tahun. "Saran dari teman-teman agar kelahiran anak saya ada kaitan dengan tempat lahirnya, saya berencana menamai Arenata," ujarnya.
Pria yang sempat bekerja sebagai supir dan tinggal di perumahan Banjar Bongan Kauh, Desa Bongan, Tabanan itu menceritakan, jika anak ketiganya itu diluar rencana dirinya dan istri.Sebulan sebelum pasang KB, ternyata istrinya lambat datang bulan, bahkan ada rencana untuk menggugurkan, tapi ada keluarga yang melarang. Dia bahkan tidak melakukan USG, dan sempat berharap akan lahir akan perempuan.
"Saya tidak tahu jika anak ketiga akan laki-laki lagi, tapi saya bersyukur semoga membawa keberuntungan," terangnya.Ni Luh Seniwi (35) asal Negara , Jembrana, ibu dari bayi laki-laki yang lahir di arena tajen itu menuturkan , ia telah berjualan di areal tajen sekitar dua setengah tahun. Dirinya sudah terbiasa berjualan dengan menggunakan motor matic berwarna biru ke arena tajen meskipun sedang hamil.
"Sudah biasa jualan, dagangan saya taruh di belakang dengan dibonceng," jelasnya.Untuk jadwal kelahiran, dia mengatakan jika pekiraan dari dokter adalah tanggal 25 Februari 2016, tapi mundur. Kelahiran yang terjadi di arena tajen sama sekali tidak disangkanya, dia menyebutkan jika sebelumnya sempat merasa kurang enak di perut, tapi masih bisa dibawa berjualan.
"Setelah tiba di arena tajen seperti biasa saya gelar dagangan, saat duduk menunggu pelanggan, perut saya sakit, dan lahirlah anak saya, sempat jatuh ke tanah sehingga kena lumpur," ujarnya. Lahirnya bayi laki-laki di arena tajen itu membuat suasana di areal tajen siang itu panik dan hari itu arena tajen ditutup.
Bayi yang lahir dengan berat 2,5 kilogram dan panjang 3,7 centimeter itu kemudian dilarikan ke bidan Ni Nyoman Suniti di Banjar Tanah Pegat, Desa Gubug, Tabanan.
Berita Premium
Reporter: bbn/nod
Berita Terpopuler
01
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 494 Kali
02
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 385 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 379 Kali
04
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026