Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Lahir di Arena Tajen, Bayi Ini Diberi Nama Arenata

Minggu, 3 April 2016, 16:05 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/nod

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Ni Luh Seniwi (35), seorang penjual bubur, melahirkan anak laki-lakinya di arena tajen di Banjar Cengolo, Desa Sudimara, Kecamatan Tabanan, Sabtu (2/4). Ia  memberi nama anak ketiganya itu Arenata.
 
Nama Arenata diambil  untuk mengingat kalau bayi laki-laki itu dilahirkan di  arena tejen.  Seperti yang dituturkan oleh Adnyana  Putera (35) suami dari Luh Seniwi. Nama itu dipilih atas saran dari rekan-rekannya di arena tajen, yang mengharapkan agar ada kaitan kelahiran bayinya dengan lokasi lahirnya. 
 
Pria yang dalam keseharian merawat dua anaknya di rumah itu, sebelumnya telah memiliki dua anak laki-laki, yang pertama telah sekolah IV SD, yang kedua masih berusia empat tahun. "Saran dari teman-teman agar kelahiran anak saya ada kaitan dengan tempat lahirnya, saya berencana menamai Arenata," ujarnya.
 
Pria yang sempat bekerja sebagai supir  dan tinggal di perumahan Banjar Bongan Kauh, Desa Bongan, Tabanan itu menceritakan, jika anak ketiganya itu diluar rencana dirinya dan istri.Sebulan sebelum pasang KB, ternyata istrinya lambat datang bulan, bahkan ada rencana untuk menggugurkan, tapi ada keluarga yang melarang. Dia bahkan tidak melakukan USG, dan sempat berharap akan lahir akan perempuan.
"Saya tidak tahu jika anak ketiga akan laki-laki lagi, tapi saya bersyukur semoga membawa keberuntungan," terangnya.Ni Luh Seniwi  (35) asal Negara , Jembrana, ibu dari bayi laki-laki yang lahir di arena tajen itu menuturkan , ia telah berjualan di areal tajen sekitar dua setengah tahun. Dirinya sudah terbiasa berjualan dengan menggunakan motor matic berwarna biru ke arena tajen meskipun sedang hamil.
 
"Sudah biasa jualan, dagangan saya taruh di belakang dengan dibonceng," jelasnya.Untuk jadwal kelahiran, dia mengatakan jika pekiraan dari dokter adalah tanggal 25 Februari 2016, tapi mundur. Kelahiran yang terjadi di arena tajen sama sekali tidak disangkanya, dia menyebutkan jika sebelumnya sempat merasa kurang enak di perut, tapi masih bisa dibawa berjualan.
 
"Setelah tiba di arena tajen seperti biasa saya gelar dagangan, saat duduk menunggu pelanggan, perut saya sakit, dan lahirlah anak saya, sempat jatuh ke tanah sehingga kena lumpur," ujarnya. Lahirnya bayi laki-laki di arena tajen itu membuat suasana di areal tajen siang itu panik dan hari itu arena tajen ditutup.  
 
Bayi yang lahir dengan berat 2,5 kilogram dan panjang 3,7 centimeter itu kemudian dilarikan ke bidan Ni Nyoman Suniti di Banjar Tanah Pegat, Desa Gubug, Tabanan. 
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/nod



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami