Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 6 Mei 2026
Kisah Penculikan Gubernur Bali, Sutedja, 1966 (4) : Stigma PKI Membuat Hak Ahli Waris Diabaikan Negara
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Setelah diculik empat pria berseragam TNI AD, upaya pencarian lebih diintensifkan. Setelah tahun 1970, sebagai anggota TNI AD, Anak Agung Gde Agung, putra sulung Gubernur Bali Sutedja, dimutasi dari Irian Jaya ke Jakarta.
Kesempatan bertugas di Jakarta digunakan AA Gde Agung untuk menggali informasi lebih banyak terkait keberadaan ayahnya, AA Bagus Sutedja. Tapi jawaban Menteri Dalam Negeri Basuki Rachmat dan Kepala Skrining Nasional Gatot Subroto selalu tidak memuaskan.
Akhirnya tahun 1970, AA Istri Ngurah Sunitri, istri Gubernur Sutedja, memutuskan pulang ke Puri Agung Negara Djembrana di Bali.
Tapi situasi sudah sangat berubah. Sebagian besar bangunan Puri Agung Negara Djembrana, dalam keadaan berantakan. Puri Agung Negara Djembrana menjadi salah satu sasaran amuk massa anti Partai Komunis Indonesia (PKI) yang dimotori I Nyoman Mantik dan Shri Wedastra Sujasa, periode 1965-1966.
Keluarga besar Gubernur Bali AA Bagus Sutedja di Negara Jembrana, dituding secara sepihak oleh sejumlah pihak terkait dengan PKI. Stigma PKI telah membuat hak ahli waris Gubernur Bali AA Bagus Sutedja sebagai pejabat negara diabaikan oleh pemerintah.
Semenjak dinyatakan hilang mulai 29 Juli 1966 di Jakarta, hingga AA Istri Ngurah Sunitri meninggal dunia di Puri Agung Negara Djembrana Bali pada 24 November 2010 dalam usia 85 tahun, pihak ahli waris sudah tidak pernah lagi menerima gaji dan uang pensiun.
Upaya pihak keluarga mengirim surat kepada Presiden Suharto dan Ketua Komnas HAM Munawir Sadzali di era Orde Baru, era Presiden Habibie, Megawati, hingga terakhir Presiden SBY untuk mempertanyakan hak gaji, pensiun, dan status kehilangan Gubernur Bali AA Bagus Sutedja, tidak membuahkan hasil, Seperti ditulis dalam buku "Kisah Penculikan Gubernur Bali, Sutedja, 1966" yang ditulis oleh Aju.
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 607 Kali
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 585 Kali
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 436 Kali
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 427 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik