Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 16 Agustus 2026
Bupati Eka, Siwa Murti Punya Fibrasi Kuat Untuk Mengajegkan Bali
Sabtu, 14 Mei 2016,
08:30 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Acara Metamba (Pengobatan) niskala gratis yang digelar Pesraman Siwa Murti Bali mendapat respon positif dari warga khususnya warga yang melakukan persembahyangan di Pura Tamba Waras Penebel Tabanan.
Pengobatan niskala yang dilaksanakan Sabtu (14/5/2016) di Wantilan Pura Tamba Waras tersebut dihadiri oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti didampingi Ketua Pesraman Siwa Murti Jero Made Subagia.
Menurut Bupati Eka yang merupakan penasihat Pesraman Siwa Murti Provinsi Bali, misi sosial yang dijalankan Pesraman Siwa Murti memiliki fibrasi yang sangat kuat untuk umat dalam mengajegkan budaya di Bali.
Pihaknya mengapresiasi pengobatan niskala yang dilaksanakan pesraman ini.
"Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena di samping menjadi penasihat saya juga mencintai dunia spiritual. Karena berkat spiritual dan keimanan yang kuat kita bisa membentengi diri sehingga bisa memberi fibrasi baik bagi orang lain," ungkapnya.
Ditambahkan, apapun bentuk program spiritual tujuannya untuk mewujudkan keadilan dan kebenaran sehingga alam ini ajeg.
Dirinya menambahkan, pengobatan secara niskala mungkin bukan hal asing lagi bagi masyarakat khususnya di Bali karena manusia bukan hanya mahkluk biologis saja, melainkan juga mahkluk sosial, psikologis dan mahkluk spiritual.
Dirinya juga mengingatkan warga agar senantiasa eling akan penciptanya dengan tetap melakukan perbuatan baik dan berpikir positif.
"Mari kita bersama-sama ngayah, beryadnya dengan tulus dan investasi hati agar menghasilkan karma yang baik. Saya sangat mendukung agar program ini bisa terus dilanjutkan, dan saya siap memfasilitasi agar kita bisa membantu umat agar mereka punya kesempatan untuk hidup sehat,"imbuhnya.
Sementara Jero Made Subagia mengatakan pengobatan niskala digelar serangkain piodalan Ida Bhatara Pura Luhur Tamba Waras yang jatuh pada Rahina Buda Umanis Perangbakat.
Menurutnya Pura Tamba Waras merupakan farmasi atau tempat pengobatan secara niskala yang menyediakan tempat melukat yakni sapta gangga (7 pancuran).
Menurutnya, pengobatan niskala ini sudah kerap dilakukan di tempat ini, karena efeknya terasa jauh lebih mendalam.
"Kami sudah beberapa kali ngaturan ayah di Pura Tamba Waras. Kami sudah satu hati dengan krama disini," ujarnya.
Ditambahkan,dalam waktu dekat pihaknya akan menanam tumbuhan yang sekaligus dijadikan obat, usada dan upakara di areal pura.
"Secara niskala kami meminta kesembuhan kepada sesuuanan di Pura Tamba Waras dan sekalanya kami gunakan tumbuh-tumbuhan tersebut sebagai obat-obatan," imbuhnya.
Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Tabanan karena kami diberi kesempatan membantu masyarakat di Tabanan.
Dirinya juga mengajak seluruh warga agar senantiasa beryadnya dengan tulus ikhlas, tetap menjaga hubungan baik dengan sesama, alam dan Ida Sanghyang Widi Wasa.
"Mari kita saling bahu membahu, saling rangkul, ciptakan perdamaian antar sesama karena sumber dari kesehatan itu adalah jiwa yang damai dan bahagia," ungkapnya.
Pengobatan niskala yang dilaksanakan Sabtu (14/5/2016) di Wantilan Pura Tamba Waras tersebut dihadiri oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti didampingi Ketua Pesraman Siwa Murti Jero Made Subagia.
Menurut Bupati Eka yang merupakan penasihat Pesraman Siwa Murti Provinsi Bali, misi sosial yang dijalankan Pesraman Siwa Murti memiliki fibrasi yang sangat kuat untuk umat dalam mengajegkan budaya di Bali.
Pihaknya mengapresiasi pengobatan niskala yang dilaksanakan pesraman ini.
"Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini karena di samping menjadi penasihat saya juga mencintai dunia spiritual. Karena berkat spiritual dan keimanan yang kuat kita bisa membentengi diri sehingga bisa memberi fibrasi baik bagi orang lain," ungkapnya.
Ditambahkan, apapun bentuk program spiritual tujuannya untuk mewujudkan keadilan dan kebenaran sehingga alam ini ajeg.
Dirinya menambahkan, pengobatan secara niskala mungkin bukan hal asing lagi bagi masyarakat khususnya di Bali karena manusia bukan hanya mahkluk biologis saja, melainkan juga mahkluk sosial, psikologis dan mahkluk spiritual.
Dirinya juga mengingatkan warga agar senantiasa eling akan penciptanya dengan tetap melakukan perbuatan baik dan berpikir positif.
"Mari kita bersama-sama ngayah, beryadnya dengan tulus dan investasi hati agar menghasilkan karma yang baik. Saya sangat mendukung agar program ini bisa terus dilanjutkan, dan saya siap memfasilitasi agar kita bisa membantu umat agar mereka punya kesempatan untuk hidup sehat,"imbuhnya.
Sementara Jero Made Subagia mengatakan pengobatan niskala digelar serangkain piodalan Ida Bhatara Pura Luhur Tamba Waras yang jatuh pada Rahina Buda Umanis Perangbakat.
Menurutnya Pura Tamba Waras merupakan farmasi atau tempat pengobatan secara niskala yang menyediakan tempat melukat yakni sapta gangga (7 pancuran).
Menurutnya, pengobatan niskala ini sudah kerap dilakukan di tempat ini, karena efeknya terasa jauh lebih mendalam.
"Kami sudah beberapa kali ngaturan ayah di Pura Tamba Waras. Kami sudah satu hati dengan krama disini," ujarnya.
Ditambahkan,dalam waktu dekat pihaknya akan menanam tumbuhan yang sekaligus dijadikan obat, usada dan upakara di areal pura.
"Secara niskala kami meminta kesembuhan kepada sesuuanan di Pura Tamba Waras dan sekalanya kami gunakan tumbuh-tumbuhan tersebut sebagai obat-obatan," imbuhnya.
Pihaknya juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Tabanan karena kami diberi kesempatan membantu masyarakat di Tabanan.
Dirinya juga mengajak seluruh warga agar senantiasa beryadnya dengan tulus ikhlas, tetap menjaga hubungan baik dengan sesama, alam dan Ida Sanghyang Widi Wasa.
"Mari kita saling bahu membahu, saling rangkul, ciptakan perdamaian antar sesama karena sumber dari kesehatan itu adalah jiwa yang damai dan bahagia," ungkapnya.
Salah satu warga yang mendapat pengobatan yakni Ketut Sukarja mengatakan, dirinya merasa sangat terbantu dengan pengobatan yang diberikan oleh Pesraman Siwa Murti. Sebelum berobat dirinya mengeluh sesak nafas dan susah berjalan, namun setelah diberi sedikit therapy keadaanya sudah jauh lebih baik.(humastabanan)
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4553 Kali
02
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2359 Kali
03
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2014 Kali
04
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1619 Kali
05
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1061 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026