Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Lulus SMP, Kadek Dwi Malah Gantung Diri
Jumat, 10 Juni 2016,
03:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com, Jembrana. Entah apa yang dipikirkan Kadek Dwi (15) seorang pelajar SMPN 6 Negara kelas sembilan atau tiga asal Lingkungan Awen, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.
Anak ini nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di kayu usuk yang berada di kamarnya.Informasi yang diperoleh pada Kamis (9/6/2016) menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (8/6/2016) sekitar pukul 17.30 Wita.
Korban menggantung diri menggunakan tali plastik warna biru dan ditemukan langsung oleh orang tuanya. Saat itu, korban terlihat tergantung dalam keadaan lemas.Pemandangan itu langsung membuat orang tua korban berteriak histeris.
Orang tua korban dibantu tetangganya yang kebetulan tinggal di depan rumah korban, I Komang Muliawan (32) langsung berusaha memberikan pertolongan dengan memotong tali yang dipakai untuk gantung diri.
Anak ini nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di kayu usuk yang berada di kamarnya.Informasi yang diperoleh pada Kamis (9/6/2016) menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (8/6/2016) sekitar pukul 17.30 Wita.
Korban menggantung diri menggunakan tali plastik warna biru dan ditemukan langsung oleh orang tuanya. Saat itu, korban terlihat tergantung dalam keadaan lemas.Pemandangan itu langsung membuat orang tua korban berteriak histeris.
Orang tua korban dibantu tetangganya yang kebetulan tinggal di depan rumah korban, I Komang Muliawan (32) langsung berusaha memberikan pertolongan dengan memotong tali yang dipakai untuk gantung diri.
Mereka lantas membawa korban ke Rumah Sakit Umum (RSU) Negara untuk mendapatkan pertolongan intensif. Tapi sayangnya, usaha mereka sia-sia saja, karena nyawa korban tetap tidak tertolong.Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Gusti Made Sudarma Putra saat dikonfirmasi membenarkan terjadinya peristiwa tersebut.Dari keterangan pihak keluarga korban sama sekali tidak ada permasalahan di rumahnya.
Namun, salah seorang teman sekolah korban dari Muara Ketapang, Desa Pengambengan menyebutkan, korban sempat menceritakan kebingungannya untuk menentukan SMA/SMK mana yang akan dipilih.Dikatakan, pasca dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka.Pihak keluarga menganggap kejadian yang menimpa korban sebagai musibah. Sehingga mereka menyatakan menolak untuk dilakukan otopsi.
“Dari pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian korban,” katanya. [bbn/suaradewata/psk]
“Dari pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian korban,” katanya. [bbn/suaradewata/psk]
Berita Jembrana Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6018 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2349 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2244 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026