Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Lulus SMP, Kadek Dwi Malah Gantung Diri
Jumat, 10 Juni 2016,
03:05 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, JEMBRANA.
Beritabali.com, Jembrana. Entah apa yang dipikirkan Kadek Dwi (15) seorang pelajar SMPN 6 Negara kelas sembilan atau tiga asal Lingkungan Awen, Kelurahan Lelateng, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana.
Anak ini nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di kayu usuk yang berada di kamarnya.Informasi yang diperoleh pada Kamis (9/6/2016) menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (8/6/2016) sekitar pukul 17.30 Wita.
Korban menggantung diri menggunakan tali plastik warna biru dan ditemukan langsung oleh orang tuanya. Saat itu, korban terlihat tergantung dalam keadaan lemas.Pemandangan itu langsung membuat orang tua korban berteriak histeris.
Orang tua korban dibantu tetangganya yang kebetulan tinggal di depan rumah korban, I Komang Muliawan (32) langsung berusaha memberikan pertolongan dengan memotong tali yang dipakai untuk gantung diri.
Anak ini nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri di kayu usuk yang berada di kamarnya.Informasi yang diperoleh pada Kamis (9/6/2016) menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi pada Rabu (8/6/2016) sekitar pukul 17.30 Wita.
Korban menggantung diri menggunakan tali plastik warna biru dan ditemukan langsung oleh orang tuanya. Saat itu, korban terlihat tergantung dalam keadaan lemas.Pemandangan itu langsung membuat orang tua korban berteriak histeris.
Orang tua korban dibantu tetangganya yang kebetulan tinggal di depan rumah korban, I Komang Muliawan (32) langsung berusaha memberikan pertolongan dengan memotong tali yang dipakai untuk gantung diri.
Mereka lantas membawa korban ke Rumah Sakit Umum (RSU) Negara untuk mendapatkan pertolongan intensif. Tapi sayangnya, usaha mereka sia-sia saja, karena nyawa korban tetap tidak tertolong.Kasat Reskrim Polres Jembrana AKP Gusti Made Sudarma Putra saat dikonfirmasi membenarkan terjadinya peristiwa tersebut.Dari keterangan pihak keluarga korban sama sekali tidak ada permasalahan di rumahnya.
Namun, salah seorang teman sekolah korban dari Muara Ketapang, Desa Pengambengan menyebutkan, korban sempat menceritakan kebingungannya untuk menentukan SMA/SMK mana yang akan dipilih.Dikatakan, pasca dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit, jenazah korban langsung dibawa ke rumah duka.Pihak keluarga menganggap kejadian yang menimpa korban sebagai musibah. Sehingga mereka menyatakan menolak untuk dilakukan otopsi.
“Dari pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian korban,” katanya. [bbn/suaradewata/psk]
“Dari pihak keluarga sudah mengikhlaskan kepergian korban,” katanya. [bbn/suaradewata/psk]
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3830 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1775 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026