Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 30 April 2026
Empat Tahun Kepemimpinan Pas-Sutjidra di Buleleng
Sabtu, 27 Agustus 2016,
06:25 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Empat tahun sudah Bupati dan Wakil Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana-Nyoman Sutjidra memimpin Kabupaten Buleleng. Sejumlah program telah dituangkan Paket yang dikenal dengan nama PASS ini kedalam slogan 12 Pas untuk membangun Kabupaten terluas di Pulau Bali ini. Lalu apa saja yang sudah di garap oleh Pas-Sutjidra setelah era kepemimpinan mantan Bupati dan Wakil Bupati sebelumnya Putu Bagiada-Made Arga Pynatih.
Setelah dilantik pada tanggal 28 Agustus 2012 lalu oleh Gubernur Bali Made Mangku Pastika, pasangan Putu Agus Suradnyana-Nyoman Sutjidra langsung melakukan gebrakan dengan membuat program 12 PAS yang diharapkan mampu membawa perubahan bagi Kabupaten Buleleng kearah yang lebih Baik.
Pasangan ini membuat kebijakan dengan mengutamakan pembangunan infrastruktur terutama jalan-jalan di pedesaan. Karena akses jalan merupakan hal utama didalam masyarakat menggerakkan roda perekonomian dan otomatis kesejahtraan akan bisa tercapai jika roda perekonomian berputar.
Kondisi itulah yang melecut semangat pasangan Pas-Sutjidra untuk memperbaiki jalan di pedesaan setiap tahunnya. Namun karena Kabupaten Buleleng memiliki desa yang sangat banyak yakni 148 desa/kelurahan sehingga perbaikan infrastruktur jalan digarap bertahap.
Memasuki tahun keempat, Bupati Putu Agus Suradnyana menggarap infrastruktur jalan yang di fokuskan di Kota Singaraja dan juga beberapa desa lainnya yang masih belum digarap. Ada sekitar 133km jalan di Kabupaten Buleleng yang masih perlu diperbaiki dan untungnya Pemerintah Pusat sudah memberikan anggaran untuk perbaikan jalan.
"Kita ingin menggarap secara maksimal infrastruktur jalan di Kabupaten Buleleng karena roda perekonomian akan bergerak jika akses jalan juga baik sehingga masyatakat akan dengan mudah melakukan aktivitas ekonomi. Dan dengan adanya dana ADD ini akan lebih memudahkan desa-desa untuk memperbaiki infrastruktur jalan," ungkap Bupati Agus Suradnyana.
Selain jalan, program yang menjadi unggulan yakni masalah kesehatan dengan mendirikan IRD RSUD Buleleng yang sangat megah dengan bangunan empat lantai. IRD yang akan beroperasi pada tahun 2017 mendatang tersebut ditujukan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat Buleleng.
Disamping mendirikan IRD, pasangan Pas-Sutjidra juga membangun Rumah Sakit Pratama di Kecamatan Seririt yang saat ini sudah beroperasi dan juga RS Pratama di Wilayah Timur tepatnya di Desa Sangsit yang saat ini dalam proses tender. Dibangunnya RS Pratama tersebut untuk lebih memudahkan pelayanan kesehatan di Wilayah Barat dan Timur Buleleng sehingga tidak lagi fokus menuju RSUD Buleleng kedepannya. Hanya saja persoalan saat ini Buleleng masih kekurangan tenaga dokter sehingga banyak keluhan dari masyarakat akibat kurangnya pelayanan lantaran tenaga dokter yang masih kurang.
"Kita berupaya merekrut dokter ke Buleleng untuk mengoptimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, namun sulitnya mencari tenaga dokter bahkan spesialis yang menjadi kendala hingga saat ini. Mudah-mudahan dengan dibukanya Fakultas Kedokteran di Undiksha nantinya bisa menghasilkan tenaga yang mumpuni dan kita siap untuk menampungnya," imbuh Bupati Agus Suradnyana.
Dibidang pariwisata juga pihaknya terus digenjot dengan mmebuat festival dibeberapa tempat. Tudingan miring bahwa Bupati menghambur-hamburkan uang untuk festival tidaklah benar. Menurut Bupati Agus Suradnyana, bahwa dana untuk kegiatan festival tidaklah terlalu besar namun dampaknya untuk pariwisata saat ini sudah mulai kelihatan. Bahkan dalam beberapa festival yang dibuat, pihak Kementerian dan juga beberapa sponsorship yang memberikan bantuan dan untuk digelarnya festival di Buleleng dan itu semata-mata untuk meningkatkan iklim pariwisata di Bali Utara.
"Patut disyukuri karena pihak Kementerian dan juga sponsor mau menyumbangkan dananya untuk kegiatan festival di Buleleng sehingga dana dari APBD tidak banyak keluar. Dan dampak dari kegiatan festival yang digelar dapat meningkatkan kunjungan wisatawan ke Buleleng," kata Bupati.
Program lainnya yang tidak kalah penting yakni masalah kebersihan di Buleleng dengan pencanangan Buleleng bebas sampah plastik yang terus dioptimalkan. Bahkan pihaknya terus melakukan program bersih-bersih ke desa-desa dan pihak desa juga ikut aktif didalam kegiatan tersebut.
Bahkan beberapa desa di Buleleng sudah menyediakan TPST untuk mengolah sampah yang ada. Dukungan dari masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan juga menjadi suatu faktor keberhasilan dari program miliknya tersebut sehingga dirinya berharap kesadaran masyarakat didalam kebersihan lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya menjadi hal utama untuk menjadikan Buleleng Bebas Sampah Plastik.
Lebih lanjut Bupati Agus Suradnyana mengatakan program 12 PAS yang sudah berjalan masih dalam proses penyempurnaan dibeberapa program. Dan itu semua perlu adanya dukungan dari masyarakat Buleleng untuk bisa memaksimalkan berjalannya program 12 PAS tersebut. "Saya bersama Wakil Bupati hanya ingin membangun Buleleng lebih baik lagi dengan program yang dimiliki namun keberhasilan program tersebut tidak bisa lepas dari peran masyarakat untuk mendukungnya," pungkas Bupati. [bbn/pan/psk]
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3864 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1819 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026