Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




HIV/AIDS di Bali 15.200 Kasus, 644 Orang Meninggal

Kamis, 1 Desember 2016, 21:05 WITA Follow
Beritabali.com

bbn/ilustrasi

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Meski upaya pencegahan dan penanggulangan terus digencarkan, namun hingga saat ini HIV/AIDS masih menjadi ancaman serius bagi Daerah Bali. 
 
Untuk itu, Gubernur Bali Made Mangku Pastika kembali mengingatkan masyarakat agar menjauhi perilaku berisiko seperti seks bebas atau tak setia dengan satu pasangan dan penggunaan narkoba dengan jarum suntik. 
 
BACA JUGA: 
Penekanan itu disampaikannya dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Bidang Perekonomian Pembangunan  dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Bali I Dewa Putu Sunartha,SE,M.Si pada Peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) Tahun 2016 di Wantilan DPRD Bali, Kamis (1/12/2016).     
  
Lebih jauh Pastika membeber, hingga Oktober 2016, HIV/AIDS di Bali sudah mencapai 15.200 kasus. Dari jumlah tersebut, sebagian besar atau sebanyak 14.556 penderita hingga kini masih bertahan hidup, sementara yang meninggal tercatat berjumlah 644 orang. 
 
"Data itu menunjukkan bahwa lebih banyak penderita yang hidup daripada yang meninggal," ujar Pastika seraya mengatakan kalau Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) layak hidup normal. Lebih jauh dia menyebut, banyaknya jumlah penderita HIV/AIDS yang bertahan hidup tak terlepas dari berbagai upaya yang dilakukan Pemprov Bali bersama seluruh komponen dalam penangulangan dan pencegahan HIV/AIDS. 
 
"Kita menyediakan obat anti retroviral atau ARV gratis pada rumah sakit dan Puskesmas yang tersebar di seluruh Bali," imbuhnya. Sejalan itu, Pemprov juga gencar melakukan upaya preventif melalui anjuran untuk berperilaku sehat dan setia dengan satu pasangan. Sementara bagi mereka yang terinfeksi HIV karena Napza (Narkoba Psikotropika dan Zat Aditif), diarahkan untuk melakukan rehabilitasi.
 
Pada bagian lain, Gubernur Pastika juga mengungkap fakta bahwa HIV/AIDS sudah menyebar ke seluruh kabupaten/kota. Sebaran tertinggi ada di Kota Denpasar yaitu sebanyak 6.018 kasus, disusul Badung dan Buleleng masing-masing 2.451 kasus dan 2.339 kasus. Yang memprihatinkan, penyakit yang melemahkan daya tahan tubuh ini terbanyak menyasar masyarakat usia produktif yaitu antara 15-49 tahun. 
 
“Itu artinya, anak SMP, SMA, SMK pun tak luput dari ancaman HIV/AIDS,” tandasnya.
 
Bertolak dari keprihatinan itu, Pastika berharap peringatan hari AIDS sedunia tahun 2016 menjadi momentum berbenah diri untuk merubah sikap dan perilaku agar terhindar dari infeksi HIV/AIDS. 
 
BACA JUGA: 
Pemprov Bali, ujar Pastika, akan konsisten mendukung upaya pencegahan penularan HIV dengan promosi kesehatan melalui berbagai media. Selain itu, Pemprov Bali juga memberdayakan remaja, pelajar dan masyarakat melalui pembentukan Kader Siswa Peduli AIDS dan Narkoba (KSPAN) serta Kader Desa Peduli AIDS (KDPA) di desa pakraman untuk membentengi krama Bali dari ancaman HIV/AIDS.
 
Lebih dari itu, Pemprov Bali juga gencar melakukan upaya menekan stigma negatif dan diskriminatif kepada ODHA dengan melibatkan tokoh agama, adat dan Majelis Desa Pakraman di berbagai jenjang untuk menangani isu krusial berkaitan dengan jenasah yang kematiannya disebabkan AIDS. Mengakhiri sambutannya, Pastika menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada berbagai pihak yang konsen terhadap upaya penanggulangan HIV/AIDS.[bbn/rls/psk]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami