Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 17 Agustus 2026
Sarana Minim, Jadi Penyebab Lambatnya Penanganan Bencana
Senin, 26 Desember 2016,
08:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Banyaknya bencana melanda wilayah Kabupaten Tabanan seperti tanah longsor disertai pohon tumbang, membuat Penanganan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tabanan pengeng. Pasalnya sarana yang dimiliki tergolong minim, sehingga setiap ada bencana penanganan menjadi lambat.
BACA JUGA:
Salah satu staff Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tabanan, Nyoman Sudana, mengatakan belakangan ini Tabanan banyak dilanda bencana salah satunya tanah longsor. Terlebih akibat longsor itu tidak bisa ditangani secara manual. Sehingga untuk melakukan sesuatu sering harus menunggu alat berat dilokasi bencana. Kalaupun dipaksakan pengerjaan secara manual, hasilnyapun tidak maksimal dan memerlukan waktu yang lama.
“Kita akui sarana yang kita miliki kurang," ucap Sudana, Minggu, (25/12).
Dia mencontohkan bencana yang terjadi di Bedugul Baturiti, Marga dan Pupuan yang sempat menutupi seluruh badan jalan beberapa waktu lalu. Yang tidak bisa dikerjakan secara manual dan harus dikerjakan dengan alat berat. Sehingga membuat pihak BPBD tidak bisa bekerja maksimal.
Selain itu, pohon tumbang yang terjadi di daerah Perkotaan, Kecamatan Marga, Baturiti, Selemadeg dan Pupuan tidak bisa dikerjakan secara manual untuk pohon-pohon besar yang tumbang. Itupun harus menggunakan mobil lift untuk mengangkat pohon pohon besar yang tumbang. Agar dapat memudahkan pengerjaan di lapangan.
"Karena Tabanan rawan terjadi tanah longsor sebagian besar disertai pohon tumbang, yang tidak bisa dibersihkan secara manual, jadi alat berat dan mobil lift sangat dibutuhkan," terangnya.
BACA JUGA:
Kepala Pelaksana BPBD Tabanan, I Gst Ngurah Made Sucita saat dikonfirmasi lewat telepon seluler mengakui penanganan bencana di lapangan agak lambat lantaran tidak punya alat berat untuk penanganan tanah longsor dengan mobil lift untuk mengangkat pohon. Sebetulnya BPBD Tabanan sudah mengusulkan ke Provinsi sejak tahun 2014. Namun sampai sekarang sarana tersebut belum terealisasi.
"Ya belum ada, mestinya BPBD kalau idealnya kan punya, cuman kita belum punya, karena alat berat sangat mahal, sehingga APBD Kabupaten lebih diprioritaskan ke hal yang lain dulu, Di Provinsi sudah kita usulkan, mudah mudahan tahun ini terealisasi, untuk alat berat dan mobil lift," ucap Sucita. [bbn/sd/wrt]
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4561 Kali
02
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2361 Kali
03
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2016 Kali
04
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1625 Kali
05
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1066 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026