Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Salah Satu Simpatisan ISIS Jebolan S2 Australia

Pemeriksaan WNI Yang Ditangkap Di Turki

Kamis, 26 Januari 2017, 23:00 WITA Follow
Beritabali.com

ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

 Satu keluarga simpatisan ISIS sudah tiga bulan dikejar Interpol dan tentara Turki. Dalam pengejaran, kelimanya diringkus pada 16 Januari 2017, sekitar pukul 03.00 dini hari lalu di salah satu apartemen di Turki dan kemudian dideportasi ke Indonesia.
 
Diketahui, Tri bersama keluarga akan melaksanakan jihad di Suriah. 
 
Kabid Humas Polda Bali AKBP Hengky Widjaja mengungkapkan, Tri merupakan keluarga yang berkecukupan. Bahkan, Tri jebolan S2 di salah satu Universitas Australia. Sehingga, saat rencana jihad di Suriah pun, Tri merogoh dompetnya sendiri, untuk biaya tiket ke Turki dan kembali ke Indonesia. 
 
“Mereka ke Suriah dengan biaya sendiri,” kata AKBP Hengky.
 
Keberangkatan kelima simpatisan ISIS itu dibantu oleh jaringan ISIS yang tersebar di Thailand, Instanbul dan Suriah. Mereka melakukan komunikasi melalui pesan singkat atau SMS. 
 
 
“Jadi, kalau dilihat dari rute perjalanannya dari Indonesia dan tiba di Instanbul, sudah dirancang matang-matang. Bahkan dokumen pun sudah disiapkan,” tegasnya.
 
Setelah di Instanbul Turki, kelimanya berpindah tempat agar tidak terendus petugas. Namun, ternyata petugas Interpol dan tentara Turki sudah menarget satu keluarga ini. Selama tiga bulan dikejar, akhirnya mereka ditangkap pada 16 Januari 2017, sekitar pukul 03.00 dinihari lalu di salah satu apartemen di Tukri. Setelah ditangkap, kelimanya diperiksa. 
 
“Selama seminggu kepolisian Tukri memeriksa mereka. Kemudian mereka dideportasi ke Indonesia tanpa bantuan biaya,” ucap AKBP Hengky.
 
Barang bukti yang dibawa kelimanya yakni alat-alat komunikasi dan sejumlah dokumen penting.
 
Diduga tak ada pasal yang dilanggar, namun keluarga ini dikawal ketat. 
 
“Tentunya tim yang menangani memiliki pertimbangan tentang hal tersebut. Seperti dihawatirkan mereka menyebarkan paham deradikalisasi dan memberikan informasi kondisi di sana (Suriah) serta merekrut warga Indonsesia untuk bergabung dengan ISIS,” tegasnya.
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sin



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami