Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 8 September 2026
Swastika Bali Bangun Desa Wisata Kemetug Gunung Salak Tabanan
Jumat, 27 Januari 2017,
21:13 WITA
Follow
Lokakarya Desa Wisata Kemetug Gunung Salak di Ayucious Resto and Lounge Renon Denpasar pada Jumat (27/1). [ist]
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Swastika Bali, sebuah organisasi alumni pelajar dan mahasiswa Bali di Surabaya, mengadakan Lokakarya Desa Wisata Kemetug Gunung Salak di Ayucious Resto and Lounge Renon Denpasar pada Jumat (27/1).
Menurut, Ketua Swastika Bali Drs. I Wayan Bagiarta Negara Apt., M.M, lokarya ini difungsikan sebagai pilot project untuk membahas rencana desa wisata yang sudah disetujui pemerintah.
"Pada lokakarya ini kami meminta masukan tentang desa wisata," ungkap Bagiarta Negara.
Bagiarta Negara menjelaskan bahwa Desa Wisata memang menjadi program utama Swastika Bali yang dibentuk sejak Februari 2016 lalu ini.
"Diawal pembentukannya, Swastika Bali memang ingin berpikir dan berbuat untuk kemajuan Bali," imbuhnya.
Dari keinginan tersebut, dibentuklah Swastika Bali dengan desa wisata sebagai program utamanya. Bagiarta menambahkan, memang telah banyak konsep desa wisata di Bali, hanya saja konsep desa wisata oleh Swastika Bali adalah tidak hanya menjadikan desa sebagai destination namun juga accomodation.
Terlebih, konsep yang ditawarkan adalah desa wisata yang memang dikelola oleh desa bukan pihak swasta. Menurut Bagiarta Negara, desa akan dijadikan sebagai body corporate.
"Sebagai awalan, desa wisata kami terapkan di Kemetug Gunung Salak Kecamatan Selemadeg Timur, Tabanan," imbuhnya.
Menurut Bagiarta, dipilihnya Desa Kemetug Gunung Salak sebagai desa wisata didasarkan atas persetujuan tim.
"Sebelumnya, terdapat beberapa pilihan seperti desa sidemen karangasem, namun berdasarkan hal-hal tertentu dipilihlah Desa Kemetug Gunung Salak," imbuhnya.
Dijelaskan, bahwa Desa Kemetug Gunung Salak memiliki karakteristik yang memang sesuai dijadikan desa wisata. Seperti alamnya yang unik berupa adanya pertanian organik dengan lahan terasering setinggi 400 meter.
Dari kawasan persawahan pula dapat dilihat pemandangan pantai. Belum lagi, ada sumber mata air pegunungan yang membawa daya tarik tersendiri. Ditambahkan pula, aktivitas masyarakat sesuai untuk menjadikan Desa Kemetug gunung Salak sebagai Desa Wisata.
"Desa Wisata ini memang belum tuntas dan dalam proses pengerjaan, namun kami (red: Swastika Bali) sudah mendapat permintaan dari pemerintah Badung untuk menjadikan salah satu desanya menjadi desa wisata," imbuhnya.
Sementara, mengenai pendanaan, Bagiarta Negara menyatakan bahwa pihaknya menggalang dana dari dua sumber yakni lewat crowdfunding dan pemerintah provinsi Bali. Hingga saat ini, pendanaan dari pemerintah provinsi bali baru akan dicairkan di bulan februari 2017.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/sin
Berita Terpopuler
01
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3227 Kali
02
03
Anak-anak Bakar Tisu, Rumah di Banyuning Buleleng Ludes Terbakar
Dibaca: 724 Kali
04
05
Desil Warga Jehem Bangli Lompat dari 2 ke 7, Ini Masalahnya
Dibaca: 668 Kali
ABOUT BALI
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026