Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 16 Mei 2026
Infrastruktur Pariwisata Bali Butuh Investasi Swasta
Jumat, 24 Februari 2017,
09:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Bali masih membutuhkan pemerataan pembangunan guna menyeimbangkan kesejahteraan antara Bali utara dengan Bali selatan. Demikian disampaikan Gubernur Bali Made Mangku Pastika dalam sambutan selamat datangnya yang dibacakan oleh Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta dalam acara Pembukaan Regional Investment Forum 2017 dengan tema “Investment Promotion in Tourism and Supporting Infrastructure” yang dilaksanakan di Bali Nusa Dua Convention Center, Badung, Kamis(23/2).
“Bali memang tidak memiliki sumber daya alam yang bisa dimanfaatkan oleh karena itu pembangunan Bali sangat bergantung dan fokus pada sektor UMKM dan karakteristik budaya serta alam yang menjadikannya dasar dari pengembangan pariwisata Bali, oleh karena itu investasi sangat diperlukan untuk mengembangkan sektor tersebut,” jelasnya.
Ia juga menuturkan bahwa, dalam upaya pengembangan pariwisata tersebut, diperlukan sebuah investasi dalam rangka pembangunan infrastruktur yang mampu mendukung dan mendorong kemajuan pariwisata tersebut.
[pilihan-redaksi]
“Jadi saya sangat setuju dengan tema yang dipilih saat ini, kita sendiri tahu bahwa pariwisata itu sangat membutuhkan adanya infrastruktur jika ingin berkembang,” imbuhnya.
Sementara itu Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong menyampaikan bahwa sektor pariwisata dan infrastruktur pendukungnya akan menjadi sektor prioritas untuk menarik investor asing dan domestik. Kepada ratusan investor yang setengahnya merupakan penanam modal dan calon penanam modal dari sejumlah negara itu, Thomas mengatakan sektor turisme menjadi ujung tombak baru bagi pemerintah untuk meningkatkan penanaman modal.
Thomas mengemukakan peluang usaha yang muncul dari infrastruktur pendukung harus dimanfaatkan oleh investor secara optimal mengingat pertumbuhan investasi di sektor ini mencapai 18 persen per tahun. Ia juga menyampaikan, dalam forum tersebut juga akan diadakan pertemuan "one on one" antara investor dengan pemerintah daerah maupun investor dengan perusahaan lokal yang diharapkan mempromosikan potensi investasi pariwisata dan infrastruktur pendukung di daerah kepada investor atau calon investor.
Ditambahkan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam paparannya yang memaparkan potensi pariwisata mengatakan bahwa sektor pariwisata merupakan alat yang paling murah dan mudah bagi pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, devisa asing serta menciptakan lapangan kerja. Arief mengatakan pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia tahun 2015 jauh di atas ASEAN dan bahkan untuk tataran global.
"Secara umum sektor pariwisata tumbuh 10,3 persen, di atas ASEAN yang tumbuh 5,1 persen dan dunia di level 4,4 persen," katanya. [rls/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1388 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 1057 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 899 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 800 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026