Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 14 Mei 2026
Rencana Pembangunan Hotel Donald Trump, Investor Harus Patuh Bisama Kesucian Pura
Minggu, 26 Februari 2017,
19:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
BeritaBali.com, Tabanan. Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI I Gede Pasek Suardika (GPS) mengingatkan agar investor yang rencananya membangun hotel Donald Trump di kawasan Tanah Lot, mematuhi bisama kesucian Pura.
[pilihan-redaksi]
“Kalau rencana pembangunan Hotel Berbintang eman di kawasan Tanah Lot terealisasi. Investor harus patuh kepada Bisama Kesucian Pura,” jelas Gede Pasek Suardika, usai menghadiri rapat kerja daerah DPC Partai Hanura Tabanan, Minggu ( 26 Februari 2017).
Ia menjelaskan, sejatinya ketika tahun 1994 -19995 pembangunan Hotel BNR diberikan ijin, karena tempo lalu ada bisama kesucian pura yang mengatur terkait batas wilayah pembangunan hotel dengan kawasan suci yakni Pura Tanah Lot.
“Disana sudah diatur terkait green belt sebagai batas pembangunan hotel dengan kawasan Pura Tanah Lot,” jelasnya.
Ia mengaku masih ingat bagimana kasus BNR terjadi dan aksi aksi demo yang dilakukan baik oleh mahasiswa maupun elemen masyarakat lainya.
“Kala itu saya ikut turun ke jalan, jadi masih ingat apa yang terjadi di kasus hotel BNR,” jelasnya.
“Kini kawasan green belt itu dibangun lapangan golf yang membuat panorama di hotel tersebut indah dan tidak menyalahi bisama kesucian pura,” imbuhnya.
Mengenai rencana PHK secara besar besaran oleh pihak investor Donald Trump, mantan wartawan dan mantan aktivis KMHDI ini memberikan solusi, mestinya pihak hotel tidak mengambil keputusan seperti itu.
[pilihan-redaksi2]
“Pihak hotel kan bisa membangun secara bertahap, kalau bisa bagian timur atau bagian lainya dulu dibangun. Setelah sebagian selesai karyawannya bisa digeser ke hotel yang sudah jadi. Kemudian hotel tempat karyawan bekerja sebelumnya bisa dibongkar. Sehingga tidak ada pemutusan hubungan kerja,” bebernya.
Ia sangat menyadari apapun yang dibangun di tanah Bali apabila tidak didasari dengan niat yang baik pasti akan hasilnya tidak baik. Banyak kasus yang dicontohkanya, seperti reklamasi pulau serangan yang sampai sekarang masih terbengkalai. Kasus reklamasi teluk benoa juga masih menyisakan masalah.
“Tanah di Bali berbeda dengan tanah di luar Bali. Jadi pembangunan apapun harus didasari dengan niat yang baik. Kalau didasari dengan niat yang tidak baik sudah ada buktinya reklamasi pulau Serangan bermasalah, begitu juga reklamasi Teluk Benoa,” tandasnya.[bbn/nod/psk]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1282 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 995 Kali
03
04
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 823 Kali
05
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 746 Kali
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026