Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Rencana Pembangunan Hotel Donald Trump, Investor Harus Patuh Bisama Kesucian Pura

Minggu, 26 Februari 2017, 19:15 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

BeritaBali.com, Tabanan. Anggota Dewan Perwakilan Daerah RI I Gede Pasek Suardika (GPS)  mengingatkan  agar investor yang rencananya  membangun hotel Donald Trump di kawasan Tanah Lot, mematuhi bisama kesucian Pura. 
 
[pilihan-redaksi]
“Kalau rencana pembangunan Hotel Berbintang eman di kawasan Tanah Lot terealisasi. Investor harus patuh kepada Bisama Kesucian Pura,” jelas Gede Pasek Suardika, usai menghadiri  rapat kerja daerah DPC Partai Hanura Tabanan, Minggu ( 26 Februari 2017).
 
Ia menjelaskan, sejatinya ketika tahun 1994 -19995 pembangunan Hotel BNR diberikan ijin, karena tempo lalu  ada bisama kesucian pura yang mengatur terkait batas wilayah pembangunan hotel dengan kawasan suci yakni Pura Tanah Lot. 
 
“Disana sudah diatur terkait green belt sebagai batas pembangunan hotel dengan kawasan Pura Tanah Lot,” jelasnya. 
 
Ia mengaku  masih ingat bagimana kasus BNR terjadi dan aksi aksi demo yang dilakukan baik oleh mahasiswa maupun elemen masyarakat lainya. 
 
“Kala itu saya ikut turun ke jalan, jadi masih ingat apa yang terjadi di kasus  hotel BNR,” jelasnya.   
 
“Kini kawasan green belt itu dibangun lapangan golf yang membuat panorama di hotel tersebut  indah dan tidak menyalahi bisama kesucian pura,” imbuhnya.
 
Mengenai rencana PHK secara besar besaran oleh pihak investor Donald Trump, mantan wartawan dan mantan aktivis KMHDI ini  memberikan solusi, mestinya pihak hotel tidak mengambil keputusan seperti itu. 
 
[pilihan-redaksi2]
“Pihak  hotel kan bisa membangun secara bertahap, kalau bisa bagian timur atau bagian lainya dulu dibangun. Setelah sebagian selesai karyawannya bisa digeser ke hotel yang sudah jadi. Kemudian hotel  tempat karyawan bekerja sebelumnya bisa dibongkar. Sehingga tidak ada pemutusan hubungan kerja,” bebernya.
  
Ia sangat menyadari apapun yang dibangun di tanah Bali apabila tidak didasari dengan niat yang baik pasti akan hasilnya tidak baik. Banyak  kasus yang dicontohkanya, seperti reklamasi pulau serangan yang sampai sekarang masih terbengkalai. Kasus reklamasi teluk benoa juga masih menyisakan masalah. 
 
“Tanah di Bali berbeda dengan tanah di luar Bali. Jadi pembangunan apapun harus didasari dengan niat yang baik. Kalau didasari dengan niat yang tidak baik sudah ada buktinya reklamasi pulau Serangan  bermasalah, begitu juga reklamasi Teluk Benoa,” tandasnya.[bbn/nod/psk]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami