Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ditinggal Beli Makan, Begitu Kembali Ogoh-Ogoh yang Belum Diarak Ludes Dilalap Api

Rabu, 22 Maret 2017, 15:00 WITA Follow
Beritabali.com

Ogoh-ogoh seka Teruna Teruni (STT) Yowana Dharma Santi, Banjar Penatahan Kaja, Desa Penatahan, Kecamatan Penebel, Tabanan ludes terbakar. [bbcom]

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Beritabali.com, Tabanan. Diduga dibakar oleh orang tak dikenal, ogoh-ogoh yang dibuat Seka Teruna Teruni (STT) Yowana Dharma Santi, Banjar Penatahan Kaja, Desa Penatahan, Kecamatan Penebel, Tabanan ludes hanya tinggal besi penyangganya saja.

[pilihan-redaksi]
Menurut penuturan I Made Fendi Prasetya (22) ketua STT Yowana Dharma Santi, Selasa (21/3) , ogoh-ogoh yang mereka buat berbahan dasar Styrofoam dan diketahui sudah ludes Senin dini hari (20/3).

Sebelum diketahui ludes dilalap api, hari Minggu (19/3) sore, Ia bersama anggota seka teruna melakukan pengecatan, hingga pukul 24.00 Wita.  

"Lalu sekitar pukul 00.30 ada pemuda yang pulang, dan ada juga empat orang pemuda yang membeli makanan ke Kota Tabanan," jelasnya.

Setelah usai membeli makanan, empat pemuda itu pun kembali ke Banjar sekitar pukul 01.30 WITA. Saat itu lah dua orang pemuda yakni I Wayan Eka Saputra (23) dan Putu Rama melihat jika ogoh-ogoh buatan mereka sudah ludes dan nyala api masih ada dibagian bawah ogoh-ogoh dan hanya menyisakan rangka besinya saja.

"Setelah itu teman yang melihat langsung memberi tahu teman-teman lainnya yang kebetulan masih ada di warung di selatan banjar," tambahnya.

Ia sangat menyayangkan kejadian tersebut, karena selama ini seluruh anggota STT Yowana Dharma Santi berkerja keras merampungkan ogoh-ogoh yang akan diarak pada malam pengerupukan tanggal 27 Maret mendatang.  

Dugaan ogoh-ogoh dibakar oleh orang tidak dikenal belum berani disimpulkan, karena memang tidak ada bukti maupun saksi yang melihat. Namun dari fakta yang ada, memang ada mengarah kesana.

Sementara itu salah satu warga setempat Wayan Susila (50) sangat menyangkan kejadian tersebut. Ia yang hampir setiap malam ikut membantu seka teruna membuat ogoh-ogoh berharap mental anak-anak muda STT Yowana Dharma Santi tidak kendur dengan kejadian tersebut.

[pilihan-redaksi2]
Ia juga mengakui kalau pihak adat memberikan pinjaman uang untuk membeli ogoh-ogoh agar bisa diarak pada malam pengerupukan tanggal 27 Maret 2017 mendatang.

“Setelah berkoordinasi, pihak adat memberikan pinjaman kepada para pemuda untuk membeli ogoh-ogoh yang berasal dari kas adat,” jelasnya. [nod/wrt]

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami