Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Marak Berita Hoax, Jurnalis Online Bali Gelar Diskusi
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Berita Hoax santer menjadi perhatian banyak kalangan terutama media belakangan ini. Tak ayal, dengan adanya isu hoax yang menghampiri media, kredibilitas media jadi dipertanyakan.
[pilihan-redaksi]
Di sisi lain, hoax juga merugikan masyarakat yang notabene merupakan penerima informasi. Terlebih, hoax dijadikan alat oleh pihak-pihak tertentu untuk mengakomodasi kepentingannya. Beragam ideologi juga ikut dipropagandakan lewat berita hoax.
Atas hal itu media online www.suaradewata.com merasa berkewajiban menangkal beredarnya berita hoax. Salah satu upaya konkret yang dilakukan yakni dengan menggelar diskusi kebangsaan bertema “Upaya Konkret Menangkal Jurnalisme Provokatif dan Hoax pada Media Website”. Diskusi yang dimotori www.suaradewata.com itu rencanya akan digelar pada Kamis, (23/03) di Warung BE-Jawa, jalan raya Teratai, nomer 45, Dukuh, Tabanan Bali.
Menurut Pimpinan redaksi www.suaradewata.com I Ketut Sugina, yang melatarbelakangi digelarnya diskusi tersebut karena melihat pesatnya perkembangan internet saat ini menjadi ladang informasi tanpa batas dengan penyebaran cepat dan cakupan luas bagi masyarakat.
“Dijaman sekarang siapapun bisa mengakses internet guna mengetahui sebuah peristiwa dimana saja dan kapan saja,” ucapnya.
Selain itu internet kata dia kini bisa dijadikan media belajar tentang apa saja cukup dengan mengetik kata kunci di kolom mesin pencari. Namun disisi lain kemajuan teknologi tersebut dapat berakibat negatif, ada konsekuensi dari sebaran informasi, terlebih ketika semua orang bebas berperan sebagai sumber informasi.
“Konsekuensi itu adalah buramnya dinding pembatas antara fakta dan hoax.,” ucapnya.
Atas fenomena tersebut diperlukan sinergitas berbagai elemen masyarakat untuk bahu membahu menyuarakan anti berita provokatif hoax.
“Harapan kita dari diskusi ini mampu meminimalisir bahkan menangkal berbagai jurnalisme/berita provokatif dan hoax seperti propaganda kelompok kepentingan yang merusak sendi-sendi kebangsaan maupun kelompok radikal, separatisme dan komunisme yang belakangan gencar memanfaatkan keleluasaan dan kebebasan media bahkan propaganda asing mengingat wilayah Bali yang merupakan destinasi internasional serta menjadi sasaran kelompok radikal juga sebagai salah satu basis kelompok separatis Papua dalam melakukan konsolidasinya,” beber Sugina yang juga mantan wartawan Radar Bali tersebut.
Selain itu diskusi ini kata dia untuk menggali dan mengoptimalkan peran pers khususnya jaringan media online di Bali melalui literasi media dalam rangka menangkal Website-website provokatif dan penyebar hoax.
Adapun yang dijadikan narasumber dalam kegiatan tersebut adalah Ketua Asosiasi Media Online (AMO) Bali, I Nyoman Sutiawan yang juga Pimred www.metrobali.com, Ketua AJI Denpasar Bali, Hari Puspita yang juga Korlip Radar Bali, Jawa Pos Group, dan dua orang pengamat media masing-masing I Putu Agus Swastika dan Rofiqi Hasan.
I Putu Agus Swastika adalah salah satu pengamat media di Bali dan juga Direktur STIMIK Primakara Bali. Sementara Mas Rofiqi adalah Mantan Ketua AJI Denpasar dan Wartawan Tempo. Sedangkan moderator yang akan memandu diskusi tersebut Panca Wardani Lodra perempuan penggiat Public Relation.
Terkait peserta yang akan dihadirkan, menurut Sugina utamanya adalah kalangan insan Pers khususnya jaringan media online dan penggiat sosial media di Bali. Disamping itu juga diundang para siswa pelajar SMA/SMK, Ormas dan LSM.
“Siswa SMA/SMK sengaja kita hadirkan untuk memberikan edukasi kepada mereka, karena saat ini media sosial sangat akrab dengan adik-adik kita yang berstatus pelajar,” ucapnya.
[pilihan-redaksi2]
Terkait capaian kegiatan diharapkan terjalinnya sinergitas pers di Bali khususnya jaringan media online di Bali dan berbagai pihak agar lebih partisipatif dan kongkrit dalam menangkal propaganda, dan berita-berita provokatif dan hoax yang merugikan kepentingan Nasional.
“Jurnalisme provokatif dan hoax ini adalah tanggungjawab kita barsama, mari kita rapatkan barisan guna menangkal berita-berita provokatif dan hoax karena hal itu dapat menyesatkan dan merusak persatuan dan kesatuan dalam bingkai NKRI,” tandasnya. [rls/wrt]
Reporter: -
Berita Terpopuler
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3797 Kali
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1741 Kali
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang