Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Demo Makan Daging Babi di Denpasar, "Jangan Takut Makan Babi Guling"

Sabtu, 1 April 2017, 08:00 WITA Follow
Beritabali.com

ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Beritabali.com, Denpasar. Pemerintah Kota Denpasar melalui Bagian Perekonomian Setda Kota Denpasar menggelar demo makan daging babi di depan Museum Bali Lapangan Puputan Badung Jumat (31/3). 
 
Acara yang melibatkan ratusan peserta ini bertujuan untuk menghilangkan keresahan masyarakat agar tidak perlu takut dan cemas mengkonsumsi daging babi.
 
[pilihan-redaksi]
Panitia demo makan daging babi, Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kota Denpasar Made Saryawan mengatakan dengan beredarnya isu Meningitis Streptococcus Suis (MSS) di masyarakat setelah diduga mengkonsumsi daging babi berdampak negatif bagi perekonomian. Atas arahan Walikota Denpasar IB. Rai Dharmawijaya Mantra dan Wakil Walikota IGN Jaya Negara sudah melakukan berbagai langkah antisipasi dengan mengadakan sosialisasi, pelayanan kesehatan hewan seperti spraying kandang babi dan pengambilan sampel darah babi. 
 
“Itulah langkah antisipasi kita dan hari ini juga dilaksanakan demo makan daging babi,” ujarnya.
 
Saryawan menjelaskan, tujuan demo makan daging babi tersebut adalah untuk menghilangkan keresahan masyarakat agar tidak takut dan cemas untuk mengkonsumsi daging babi. 
 
“Masyarakat tidak perlu takut dan cemas asalkan diolah dan dimasak secara matang dan sempurna diatas  suhu 56 derajat celcius selama 30 menit,” jelasnya.
 
Ia menambahkan ratusan peserta demo makan daging babi tersebut terdiri dari OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar serta berbagai pihak. 
 
“Di acara ini kita libatkan ratusan peserta dari perwakilan OPD di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar serta berbagai pihak terkait, stake holder, dan masyarakat,” katanya. 
 
Sekda Kota Denpasar AAN Rai Iswara mengatakan  isu Meningitis Streptococcus Suis berdampak besar terhadap kehidupan sosial ekonomi masyarakat, maka  diperlukan adanya langkah langkah strategis dan tindakan konkrit dalam menanggulanginya. 
 
“Langkah pertama informasikan kepada masyarakat  khususnya peternak babi agar menjaga kebersihan kandang dan lingkungan sekitar.Melapor bila ditemukan gejala klinis seperti nafsu makan menurun, kesulitan berjalan, lumpuh dan gejala saraf lainnya,” imbaunya.
 
Rai Iswara menambahkan peternak babi hendaknya tidak menjual atau memotong babi sakit. Masyarakat diimbau untuk  mengkonsumsi daging sehat dan pastikan masakan daging babi benar- benar matang. Saat mengolah daging babi pastikan tangan tidak luka atau tutup luka dengan baik bila mengolah daging. 
 
Pengepul juga diimbau tidak membeli dan memotong babi yang sakit. 
 
“Selain langkah antisipasi tadi, faktor kebersihan perorangan ,tempat pengolahan, alat, dan  bahan baku yang diolah  juga harus mendapat perhatian. Dan terakhir, menginformasikan kepada masyarakat agar segera melapor ke puskesmas atau rumah sakit, bila mengalami gejala panas, perubahan kesadaran, kuku kuduk dan sakit kepala  setelah mengkonsumsi daging babi,” ujarnya.
 
Sekda Rai Iswara juga mengajak seluruh komponen masyarakat dan instansi terkait yang ada di Kota Denpasar agar melanjutkan informasi tentang meningitis streptococcus suis kepada seluruh lapisan masyarakat yang ada di Kota Denpasar untuk tidak panik dan takut makan daging babi asalkan pengolahannya baik. 
 
“Jangan takut makan babi guling,” ujarnya. [rls/wrt]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami