Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 12 Juni 2026
Emmanuel Macron, Presiden Baru Prancis
Senin, 8 Mei 2017,
19:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Paris. Hasil pemilihan presiden Prancis telah keluar, dan Emmanuel Macron terpilih sebagai presiden baru di negara itu, Minggu (7/5/2017) waktu setempat, demikian lasir Reuters.
Macron menang setelah mengalahkan Marine Le Pen, nasionalis kanan ekstrem yang mengancam mengeluarkan Prancis dari Uni Eropa.
[pilihan-redaksi]
Macron menjadi pemimpin paling muda di Prancis sejak era Napoleon Bonaparte. Bankir investasi berusia 39 tahun itu pernah dua tahun menjadi menteri luar negeri Presiden Francois Hollande.
Kemenangan Macron memenuhi dahaga lama rakyat Prancis kepada hadirnya perubahan generasi pemimpin dalam politik Prancis yang selama bertahun-tahun terus-terusan diisi wajah-wajah lama.
Dia akan menjadi pemimpin paling muda di antara para pemimpin Kelompok G7. Dia disandingkan dengan pemimpin muda Barat baik di masa lalu maupun sekarang, mulai PM Kanada Justin Trudeau sampai mantan PM Inggris Tony Blair dan bahkan mendiang Presiden AS John F. Kennedy.
Namun, kemenangan 66 persen suara atas Marine Le Pen yang hanya 34 persen, diselimuti oleh tingginya angka golput yang mencapai 25 persen yang merupakan paling tinggi dalam seabad ini. Itu ditambah dengan 11 persen kotak suara hilang atau rusak selama pilpres kemarin.
Kebanyakan dari yang abstain itu para pendukung pemimpin kubu kiri ekstrem Jean-Luc Melenchon yang berpandangan mirip dengan Le Pen karena sama-sama anti-Uni Eropa dan antiglobalisasi.
Melenchon hanya meraih 19 persen pada pilpres putaran pertama, dan dia menolak mengalihkan dukungan kepada Macron yang bersama Le Pen maju ke putaran kedua.
Serikat buruh terbesar di Prancis, CFDT, menyambut kemenangan Macron namun menggarisbawahi masih tingginya suara Front Nasional pimpinan Le Pen.
Sementara itu, Le Pen akan bekerja keras mengonversikan suara hasil pilpres di parlemen dengan kian menjauhkan kaitan dengan xenofobia seperti diadopsi ayahnya, Jean Marie Le Pen. Wakilnya, Florian Philippot bahkan menyatakan tidak lagi akan menggunakan sebutan Front Nasional. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026