Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Sabtu, 13 Juni 2026
Aniaya "Mantan Selingkuhan", Pria Ini Masuk Bui
Rabu, 10 Mei 2017,
17:27 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. I Ketut Oka Susila, sopir asal Desa Kaba-Kaba Kecamatan Kediri, Tabanan harus berurusan dengan pihak kepolisian. Oka dilaporkan ke polisi oleh Ni Komang Kani (33) karena telah melakukan penganiayaan.
Antara Ketut Oka dan Komang Kani sebelumnya telah memiliki hubungan terlarang salama dua tahun. Keduanya sudah sama-sama berkeluarga. Hubungan tersebut kemudian diketahui oleh Saiful Bahri suami dari Komang Kani.
[pilihan-redaksi]
Saiful Bahri kemudian mengancam istrinya agar mengehentikan hubungan tersebut. Disaat bersamaan Ketut Oka juga memutuskan hubungan terlarang tersebut. Komang Kani kemudian meminta maaf kepada suaminya dan diterima dengan syarat agar Kani menurut sama suami.
Namun pada hari Selasa 2 Mei 2017, sekitar jam 19.00 WITA Ketut Oka menelepon Kani mengajak jalan jalan keluar, tetapi ditolak Kani.
Selanjutnya Ketut Oka mendatangi tempat kerja Kani di jalan pulau indah Tabanan. Saat itulah Ketut Oka memukul Kani berkali-kali di bagian muka, tangan, dan kaki.
Hal tersebut diketahui oleh suami Kani dan langsung melerainya. Namun Ketut Oka terus mengikuti Kani ke tempat kos Kani. Akhirnya tuan rumah kos menegur, Ketut Oka kemudian meninggalkan tempat itu. Atas kejadian itu Kani melapor ke Polres Tabanan dengan tuduhan melakukan penganiayaan. Kini Ketut Oka harus meringkuk di sel tahanan Mapolres Tabanan. [nod/wrt]
Berita Tabanan Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026