Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Selasa, 28 April 2026
Pidato Bung Karno di Denpasar Pasca Revolusi
Kamis, 1 Juni 2017,
10:52 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Pada Oktober 1950, Presiden Soekarno (Bung Karno) berbicara di Mandala Wisnu Denpasar. Ia memohon dengan penuh gairah kepada pemuda-pemudi Bali untuk menghentikan kerusuhan.
Ia berujar," Kalian ingin menjadi pahlawan revolusi, tetapi di bagian mana dalam kisah Ramayana atau Mahabharata kalian menemukan pahlawan yang membunuh di kegelapan dengan kerisnya? Pernahkah Krisna atau Arjuna melakukan balas dendam kepada anak-anak dan para wanita? Kalian harus sadar bahwa semua mata di dunia sedang menatap Bali dan setiap tindakan kriminal disini secara langsung memperkuat kedudukan musuh-musuh kita sekaligus memancing hinaan pada seluruh negeri"
Soekarno menambahkan,"Slogan kalian pada saat demonstrasi memang mengekspresikan keinginan kalian untuk berjuang demi Iran, tapi cara ini justru membuat kita kehilangan Iran!"
[pilihan-redaksi]
Itu merupakan salah satu pidato Soekarno yang ditulis oleh Jef Last dalam tulisan berjudul Pasca Revolusi dihimpun Adrian Vickers (2012) dalam Bali Tempo Doeloe.
Menurut Last, ini merupakan pidato Bung Karno yang paling menyentuh yang pernah Ia dengar. Saat itu tidak ada tepuk tangan dan orang pergi meinggalkan lokasi dengan diam, pulang dalam keadaan malu.
Namun, pada keesokan paginya, Ia mendengar bahwa di malam yang sama saat pidato berlangsung terjadi tiga kasus pembunuhan. Last menyatakan bahwa pembunuhan ini terjadi antara orang-orang Bali sendiri, tidak ada satu pun orang Belanda yang terlibat.
Last menyebut ini sebagai Masa Lalu Berdarah: Pembunuhan di Nirwana.
Padahal, Perdana Menteri India Pandit Nehru mengunjungi Bali dua bulan sebelum kejadian ini, dan berujar," Ini merupakan surga terakhir, fajar bagi dunia".
Tercatat lewat kejadian ini, terjadi rata-rata 80 kasus pembunuhan danpembakaran setiap bulan di Bali.
Kejadian di 1950 ini sebagai bentuk kebencian masyarakat Bali terhadap kelompok yang bersekutu dengan pasukan kolonial Belanda, NICA. [wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3804 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1747 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026