Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Selasa, 27 Oktober 2026
Pidato Bung Karno di Denpasar Pasca Revolusi
Kamis, 1 Juni 2017,
10:52 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Pada Oktober 1950, Presiden Soekarno (Bung Karno) berbicara di Mandala Wisnu Denpasar. Ia memohon dengan penuh gairah kepada pemuda-pemudi Bali untuk menghentikan kerusuhan.
Ia berujar," Kalian ingin menjadi pahlawan revolusi, tetapi di bagian mana dalam kisah Ramayana atau Mahabharata kalian menemukan pahlawan yang membunuh di kegelapan dengan kerisnya? Pernahkah Krisna atau Arjuna melakukan balas dendam kepada anak-anak dan para wanita? Kalian harus sadar bahwa semua mata di dunia sedang menatap Bali dan setiap tindakan kriminal disini secara langsung memperkuat kedudukan musuh-musuh kita sekaligus memancing hinaan pada seluruh negeri"
Soekarno menambahkan,"Slogan kalian pada saat demonstrasi memang mengekspresikan keinginan kalian untuk berjuang demi Iran, tapi cara ini justru membuat kita kehilangan Iran!"
[pilihan-redaksi]
Itu merupakan salah satu pidato Soekarno yang ditulis oleh Jef Last dalam tulisan berjudul Pasca Revolusi dihimpun Adrian Vickers (2012) dalam Bali Tempo Doeloe.
Menurut Last, ini merupakan pidato Bung Karno yang paling menyentuh yang pernah Ia dengar. Saat itu tidak ada tepuk tangan dan orang pergi meinggalkan lokasi dengan diam, pulang dalam keadaan malu.
Namun, pada keesokan paginya, Ia mendengar bahwa di malam yang sama saat pidato berlangsung terjadi tiga kasus pembunuhan. Last menyatakan bahwa pembunuhan ini terjadi antara orang-orang Bali sendiri, tidak ada satu pun orang Belanda yang terlibat.
Last menyebut ini sebagai Masa Lalu Berdarah: Pembunuhan di Nirwana.
Padahal, Perdana Menteri India Pandit Nehru mengunjungi Bali dua bulan sebelum kejadian ini, dan berujar," Ini merupakan surga terakhir, fajar bagi dunia".
Tercatat lewat kejadian ini, terjadi rata-rata 80 kasus pembunuhan danpembakaran setiap bulan di Bali.
Kejadian di 1950 ini sebagai bentuk kebencian masyarakat Bali terhadap kelompok yang bersekutu dengan pasukan kolonial Belanda, NICA. [wrt]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5915 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4636 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2601 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2255 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2215 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026