Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 13 Juni 2026
D’Youth Fest 6.0 Jadi Ruang Tumbuh Generasi Kreatif Denpasar
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Badan Kreatif Denpasar (Bkraf Denpasar) kembali menghadirkan D’Youth Fest 6.0 sebagai ruang ekspresi generasi muda yang tahun ini tampil lebih kolaboratif, produktif, dan berdampak. Tidak hanya menjadi ajang hiburan, festival kreatif tersebut dirancang sebagai wadah bertemunya ide, jejaring, hingga peluang pengembangan kapasitas anak muda di Kota Denpasar.
Ketua Bkraf Denpasar, Ari Setiya Wibawa, mengatakan D’Youth Fest 6.0 hadir dengan berbagai inovasi yang membedakannya dari penyelenggaraan sebelumnya. Festival ini didesain untuk mendorong anak muda menjadi pelaku kreatif yang aktif berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi kreatif.
“D’Youth Fest 6.0 bukan hanya festival anak muda atau ruang hiburan semata, tetapi kami desain sebagai ruang bertumbuh bagi generasi kreatif Kota Denpasar. Sesuai arahan Bapak Walikota Denpasar, festival ini harus menjadi ruang temu ide, kreativitas, dan peluang produktif agar anak muda tidak hanya hadir sebagai penonton, tetapi terdorong menjadi pelaku kreatif yang aktif berkontribusi dalam pengembangan ekonomi kreatif,” ujar Ari.
Salah satu pembaruan utama tahun ini adalah semakin kuatnya kolaborasi lintas sektor. Bkraf Denpasar menggandeng berbagai organisasi profesi, komunitas, hingga jejaring kreatif regional untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif di Denpasar.
Beberapa pihak yang dilibatkan antara lain Ikatan Arsitek Indonesia (IAI), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), serta Gerakan Ekonomi Kreatif (Gekraf) se-Bali. Kehadiran berbagai organisasi tersebut diharapkan mampu memperluas wawasan dan membuka peluang kolaborasi bagi generasi muda.
Kehadiran IAI akan membuka ruang diskusi mengenai arsitektur dan tata ruang hijau yang relevan bagi anak muda. Sementara HIPMI dihadirkan untuk mempertemukan kreativitas dengan semangat kewirausahaan sehingga ide-ide kreatif dapat berkembang menjadi peluang usaha yang produktif.
“Kalau sebelumnya anak muda datang hanya untuk menikmati konser atau hiburan, tahun ini kami berharap mereka mereka pulang membawa wawasan baru, relasi yang lebih luas, serta terbukanya kemungkinan kolaborasi dan pengembangan usaha,” tambah Ari.
Mengusung tema “Regrow: Feel The Growth” yang mengandung filosofi Nguripang Rasa, D’Youth Fest 6.0 menempatkan generasi muda sebagai pusat pertumbuhan ekosistem kreatif. Berbagai kegiatan seperti workshop, diskusi, pameran komunitas, aktivasi ekonomi kreatif, hingga ruang pembelajaran lintas disiplin menjadi bagian dari rangkaian acara.
Festival ini juga diramaikan oleh sejumlah program komunitas seperti kompetisi teater remaja Operet This Week (OTW), Glory of Youth untuk ekosistem esports, ARC (Area Creator) sebagai ruang budaya pop dan cosplay, pameran mural, film, tattoo expo, serta parade komunitas lintas minat.
Selain itu, keterlibatan komunitas dari berbagai bidang semakin diperluas. Mulai dari arsitektur, interior, psikologi, esports, mural, teater, film, ilustrasi, lingkungan, kewirausahaan muda, komunitas sepak bola, hingga forum anak daerah turut menjadi bagian dari festival ini.
Antusiasme masyarakat terhadap D’Youth Fest juga terus meningkat setiap tahun. Berdasarkan data penyelenggara, jumlah pengunjung tumbuh signifikan dari di bawah 10 ribu orang pada penyelenggaraan pertama menjadi lebih dari 30 ribu pengunjung pada D’Youth 5.0.
“Antusiasme publik terus meningkat dari tahun ke tahunnya, tercermin dari semakin padatnya partisipasi pengunjung dan komunitas. Sehingga DYouth bisa menjadi ruang bersama yang inklusif bagi tumbuhnya kreativitas anak muda Denpasar” jelasnya.
Sejalan dengan visi Pemerintah Kota Denpasar, D’Youth Fest 6.0 diharapkan menjadi ruang produktif bagi generasi muda untuk belajar, berjejaring, dan mengembangkan potensi diri dalam ekosistem ekonomi kreatif yang sehat dan berkelanjutan.
Tidak hanya fokus pada kreativitas, festival tahun ini juga memperkuat komitmen terhadap keberlanjutan lingkungan melalui penerapan sistem pengelolaan sampah terintegrasi selama pelaksanaan kegiatan.
“Kami ingin D’Youth tidak hanya meninggalkan kesan sebagai festival yang meriah, tetapi juga festival yang bertanggung jawab. Bkraf Denpasar mulai menerapkan sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur, sehingga kami ingin mengajak generasi muda belajar bahwa event besar pun bisa tetap tertib, bersih, dan berkelanjutan,” tutup Ari.
Editor: Redaksi
Reporter: Humas Denpasar
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli