Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 April 2026
China Akan Bangun Basis Militer di Pakistan
Kamis, 8 Juni 2017,
19:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Beijing. China siap memperluas kemampuan militernya ke seluruh dunia dengan membangun sejumlah pangkalan militer di luar negeri, termasuk di Pakistan.
The Guardian mengabarkan Rabu (7/6/2017) hal itu terungkap dalam laporan tahunan Departemen Pertahanan AS, Pentagon. Tahun lalu, menurut laporan itu, China menghabiskan anggaran untuk Pasukan Pembebasan Rakyat China, hingga US$180 miliar.
[pilihan-redaksi]
Namun jumlah itu patut diragukan, mengingat anggaran belanja yang disetujui hanya sekitar US$140 miliar.
"China tampaknya akan membangun pangkalan militer lagi di negara-negara sahabatnya yang memiliki kepentingan sama, seperti Pakistan," bunyi laporan tersebut.
Tahun lalu, China membangun basis militer di Djibouti, Afrika. Padahal di negara itu telah dibangun Kamp militer Lemonier, sebuah instalasi besar AS anti-terorisme yang beroperasi sampai ke Teluk Persia dan Timur serta Utara Afrika.
"China ingin mementahkan keunggulan AS di kawasan tersebut dan berupaya membangun kekuatan militer di sana," kata Sam Roggeveen, ahli militer China dari Lowy Institute for International Policy.
"Sampai sekarang ambisinya masih bersifat regional, tapi bakal menjadi aspirasi global akan mengambil alih kekuatan militer dunia kelak," sambung Sam Roggeveen.
Menurut Zhu Feng, profesor keamanan internasional di Universitas Nanjing, keinginan China melakukan ekspansi global, "Membuat Beijing butuh fasilitas yang terbatas dan penting di negara-negara asing," kata Zhu Feng.
Yang masih menjadi kendala, sambungnya, adalah upaya kerjasama dan komunikasi dengan komunitas internasional, ujarnya.
Instalasi di Djibouti menurutnya bukan basis militer, melainkan basis pasokan militer China.
"Anggapan yang salah. China akan membangun basis-basis perlengkapan di luar negeri bila diperlukan," katanya.
Profesor Zhu Feng menambahkan juga, penempatan pasukan militer China di luar negeri tidak akan menimbulkan ketegangan regional.
"Jumlahnya sangat terbatas tapi diperlukan untuk mengoperasikan fasilitas pertahanan," kata Zhu.
Guru besar Universitas Nanjing itu, tak lupa mengingatkan kehadiran kapal induk dan armada perang AS menjadi pemicu utama ketegangan di kawasan Asia dan lainnya. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3847 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1793 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026