Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 29 Oktober 2026
China Akan Bangun Basis Militer di Pakistan
Kamis, 8 Juni 2017,
19:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Beijing. China siap memperluas kemampuan militernya ke seluruh dunia dengan membangun sejumlah pangkalan militer di luar negeri, termasuk di Pakistan.
The Guardian mengabarkan Rabu (7/6/2017) hal itu terungkap dalam laporan tahunan Departemen Pertahanan AS, Pentagon. Tahun lalu, menurut laporan itu, China menghabiskan anggaran untuk Pasukan Pembebasan Rakyat China, hingga US$180 miliar.
[pilihan-redaksi]
Namun jumlah itu patut diragukan, mengingat anggaran belanja yang disetujui hanya sekitar US$140 miliar.
"China tampaknya akan membangun pangkalan militer lagi di negara-negara sahabatnya yang memiliki kepentingan sama, seperti Pakistan," bunyi laporan tersebut.
Tahun lalu, China membangun basis militer di Djibouti, Afrika. Padahal di negara itu telah dibangun Kamp militer Lemonier, sebuah instalasi besar AS anti-terorisme yang beroperasi sampai ke Teluk Persia dan Timur serta Utara Afrika.
"China ingin mementahkan keunggulan AS di kawasan tersebut dan berupaya membangun kekuatan militer di sana," kata Sam Roggeveen, ahli militer China dari Lowy Institute for International Policy.
"Sampai sekarang ambisinya masih bersifat regional, tapi bakal menjadi aspirasi global akan mengambil alih kekuatan militer dunia kelak," sambung Sam Roggeveen.
Menurut Zhu Feng, profesor keamanan internasional di Universitas Nanjing, keinginan China melakukan ekspansi global, "Membuat Beijing butuh fasilitas yang terbatas dan penting di negara-negara asing," kata Zhu Feng.
Yang masih menjadi kendala, sambungnya, adalah upaya kerjasama dan komunikasi dengan komunitas internasional, ujarnya.
Instalasi di Djibouti menurutnya bukan basis militer, melainkan basis pasokan militer China.
"Anggapan yang salah. China akan membangun basis-basis perlengkapan di luar negeri bila diperlukan," katanya.
Profesor Zhu Feng menambahkan juga, penempatan pasukan militer China di luar negeri tidak akan menimbulkan ketegangan regional.
"Jumlahnya sangat terbatas tapi diperlukan untuk mengoperasikan fasilitas pertahanan," kata Zhu.
Guru besar Universitas Nanjing itu, tak lupa mengingatkan kehadiran kapal induk dan armada perang AS menjadi pemicu utama ketegangan di kawasan Asia dan lainnya. [bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 5986 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4673 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2650 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2308 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2233 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026