Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Belasan Titik Jalan Jalur Mudik di Jembrana Masih Rusak dan Berbahaya

Selasa, 13 Juni 2017, 11:25 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, JEMBRANA.

Beritabali.com, Denpasar. Belasan titik jalan di jalur mudik wilayah Jembrana menuju pelabuhan Gilimanuk Bali masih mengalami kerusakan. Selain itu sejumlah jalan masih tambal sulam dan bergelombang sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan saat arus mudik Lebaran mendatang.
 
Mendekati arus mudik Lebaran mendatang, jalur mudik Denpasar-Gilimanuk khususnya di lintasan kabupaten Jembrana, masih ditemukan belasan titik jalan mengalami kerusakan dan bergelombang.
 
Di sepajang 71,92 kilometer dari wilayah Pengeragoan hingga kawasan Gilimanuk, Satlantas Polres Jembrana masih menemukan sebayak 15 titik jalan jalur mudik yang mengalami kerusakan.
 
 
Dari pantauan Satlantas Polres Jembrana terdapat tiga titik proyek pengerjaan pelebaran jalan dan pembuatan drainase yang belum selesai dan  patut diwaspadai pemudik. Sejumlah material serta alat berat masih parkir di pinggir jalan utama menuju pelabuhan Gilimanuk.
 
"Kita mengharapkan pengguna jalan berhati-hati dan lebih waspada karena masih ada jalan yang bergelombang dan pengerjaan proyek pelebaran jalan di kawasan kelurahan Gilimanuk," ujar AKP Nyoman Sukadana, Kasat Lantas Polres Jembrana.
 
 
Pelaksana proyek diminta untuk segera merampungkan pekerjaannya agar segera bisa rampung sepuluh hari sebelum Lebaran. 
 
"Jika tidak selesai maka pengerjaan proyek harus dihentikan sementara agar tidak mengganggu arus mudik Lebaran nanti,"tegasnya.[bbn/jim/psk]

 

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami