Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Ini Dia Otak di Balik Serangkaian Teror

Rabu, 5 Juli 2017, 19:00 WITA Follow
Beritabali.com

Pengamat Teroris Al Chaidar. [ist]

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DUNIA.

Beritabali.com, Jakarta. Serangkaian aksi teror yang terjadi dibeberapa wilayah membuat sinyal bahaya teror menyala. Pemerintah harus cepat menangkal aksi serupa kembali terjadi.
 
Apalagi yang terbaru, publik dibuat paranoid dengan temuan beberapa benda atau tas yang tergeletak begitu saja dipinggir jalan. Seperti di Magonda Depok Senin kemarin. Disusul sore tadi, penemuan tas yang membuat geger warga Jawabening, Jakarta Timur membuat rasa aman masyarakat terusik.
 
Sepertinya, serangkaian aksi teror belakangan sukses menimbulkan keserahan dimasyarakat. Muncul pertanyaan, siapa yang harus bertanggungjawab atas serangkaian teror yang terjadi.
 
[pilihan-redaksi]
"Ada, aktornya adalah Bahrun Naim," kata Pengamat Teroris Al Chaidar seperti dilansir pada INILAHCOM, Selasa (4/7/2017).
 
Muhammad Bahrun Naim alias Anggih Tamtomo alias Abu Rayan merupakan eks narapidana kepemilikan senjata api dan bahan peledak. Naim ditangkap Datasemen Khusus 88 Antiteror Polri pada November 2010.
 
Sebagai barang bukti dalam penangkapan itu, Densus 88 menyita 533 butir peluru laras panjang dan 32 butir peluru kaliber 99 milimeter.
 
Namun, dalam proses penyidikan kasus Naim, kepolisian tidak menemukan adanya keterkaitan Naim dengan tindakan terorisme.
 
Alhasil, pada persidangan di Pengadilan Negeri Surakarta, Jawa Tengah, 9 Juni 2011, majelis hakim menjatuhkan hukuman penjara 2 tahun 6 bulan bagi Naim karena melanggar Undang- Undang Nomor 12 Tahun 1951 tentang Kepemilikan Senjata Api dan Bahan Peledak.
Seusai menjalani hukuman, ia bebas sekitar Juni 2012.
 
Menurut catatan Satuan Tugas Khusus Antiteror Polri, Naim diduga telah melakukan baiat atau menobatkan diri sebagai bagian dari Negara Islam di Irak dan Suriah pada 2014. Di tahun yang sama, Naim menuju Suriah.
 
Dugaan keterlibatan Naim dalam berbagai rencana aksi teror di Tanah Air telah dideteksi pada Agustus 2015. Bahkan yang terbaru, salah satu pelaku bom Kampung Melayu diketahui pernah berkomunikasi langsung dengan Bahrun Naim sebelum melakukan aksinya.[bbn/idc/wrt]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami