Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 1 Juli 2026
Tuntaskan Kemiskinan Bali, Pastika : "Kabupaten Kaya Bantu Daerah Miskin"
Selasa, 25 Juli 2017,
18:26 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Gubernur Bali Made Mangku Pastika meyakini Provinsi Bali masih bisa menurunkan lagi angka kemiskinannya asalkan para pemimpin serius dan ada kerja sama serta sinergitas antara Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota.
Pastika meminta kepada Kabupaten/Kota yang lebih kaya dan angka kemiskinannya rendah untuk membantu Kabupaten lain mengentaskan kemiskinan. Menurutnya sebagai saudara sebaiknya saling membantu karena tidak enak menjadi kaya sendiri.
[pilihan-redaksi]
Hal ini disampaikannya saat memimpin Rapat Kerja Evaluasi Program Pembangunan Semester I dan Triwulan II Tahun 2017 di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Selasa (23/7). Rapat Kerja dihadiri oleh Bupati/Walikota dan Instansi Vertikal.
Sebelumnya Kepala BPS Provinsi Bali Adi Nugroho mengatakan angka kemiskinan di Provinsi Bali menunjukkan bahwa tingkat sistem ekonomi yang terbentuk sudah mencapai optimal. Hal ini mengacu pada tingkat kemiskinan beberapa tahun terakhir yang berkisar di angka 4 persen.
“Kalau diibaratkan orang sehat, masih sehat. Orang sehat dikasih vitamin seberapapun hanya berpengaruh sedikit,” ujarnya.
Begitupun jika ada gangguan hanya berpengaruh sedikit, kecuali ada gangguan ekonomi yang luar biasa. Menurutnya tidak ada di dunia yang tingkat kemiskinannya nol persen.
Namun, Gubernur Pastika percaya apabila tingkat kemiskinan di beberapa Kabupaten di Bali yang masih diatas empat persen diturunkan maka akan berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan di Bali.
“Kalau itu semua diturunkan, yang Karangasem, Klungkung, Buleleng, Bangli ini diturunkan otomatis Bali turun, pasti turun itu dari 4,25 persen,” kata Pastika.
Menurutnya angka BPS ini adalah angka makro, sehingga Bupati/Walikota diharapkan bisa mencari data riil nama-nama warga miskin sehingga program yang dibuat tepat sasaran.
Menanggapi hal ini, dalam paparannya Bupati Badung Nyoman Giri Prasta mengatakan akan menyediakan anggaran 100 miliar untuk bantuan 2.000 buah bedah rumah warga miskin di kabupaten lain. Sementara Bupati Bangli Made Gianyar berharap adanya bantuan aksesibilitas untuk mengatasi kemiskinan di daerahnya. Menurutnya ada daerah yang karena topografinya membuat sulit berkembang dan diharapkan Pemprov Bali atau Pemkab lain bisa membantu.
[pilihan-redaksi2]
Bupati Klungkung Nyoman Suwirta menilai salah satu penyebab kemiskinan masih tinggi di daerahnya adalah mental masyarakat yang terbiasa menerima bantuan. Itu sebabnya pihaknya membuat program untuk mengubah pola pikir warga miskin. Sementara Kota Denpasar yang diwakili Sekda AA Rai Iswara menyatakan pihaknya masih kesulitan menertibkan pemukiman kumuh yang masih tersebar di Denpasar.
Tak jauh berbeda dengan Bangli, Sekda Kabupaten Tabanan I Nyoman Wirna Ariwangsa juga menyampaikan permasalahan kualitas jalan masih menjadi kendala di Tabanan mengingat panjang jalan di Kabupaten tersebut yang paling panjang di Bali.
Gubernur Pastika menerima semua masukan yang disampaikan Kabupaten/Kota dan tetap memprioritaskan pengentasan kemiskinan sebagai fokus utama yang perlu dilakukan bersama. Terkait pemukiman liar di Denpasar, ia berharap ada ketegasan jika memang melanggar peraturan. [bbn/prov/wrt]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026