Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Bhatara Kala dan Anak Yang Lahir Pada Tumpek Wayang
Sabtu, 29 Juli 2017,
11:38 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Umat Hindu hari ini menyelenggarakan Tumpek Wayang, yang dianggap sakral sebab, konon anak yang lahir pada Tumpek Wayang diperbolehkan dimakan oleh Bhuta Kala.
Dikutip dari Geerts dalam bukunya berjudul Storytelling in Bali, Bhuta Kala merupakan suatu entitas yang selain menghidupi manusia juga diijinkan untuk memakan anak manusia hanya pada mereka yang lahir setiap 210 hari sekali, tepatnya pada Tumpek Wayang.
Dikisahkan, setiap anak yang lahir pada Tumpek Wayang akan mengalami sakit yang terus menerus sebagai akibat dari Bhatara Kala. Maka untuk melepaskan anak dari cengkraman bhatara kala dimainkanlah memainkan Wayang Sudamala, dengan dalang yang diyakini akan mengobati anak tersebut.
Hal ini diyakini dari kisah Sang Sugrata yang juga merupakan anak yang lahir saat Tumpek Wayang. Bhatara Kala mencari Sang Sugrata untuk memakannya, hanya saja tidak bisa dilakukannya saat siang.
Baru ketika malam hari, penduduk menonton pertunjukkan Wayang Sudamala. Karena saking laparnya, Bhatara Kala pun memakan persembahan dalam upacara wayang suda mala.
Dalang pun menghampiri Bhatara Kala namun tidak bisa membunuhnya. Hingga saat ini, cerita ini diyakini oleh masyarakat Hindu Bali untuk melepaskan anak dari Bhatara Kala. Anak digantikan dengan persembahan pada Wayang Sudamala sehingga bhatara kala tidak akan memakannya.
Berita Premium
Reporter: bbn/net
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3811 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1757 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026