Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 16 Oktober 2026
Dana Ratusan Triliun Milik Daerah Mengendap di Bank
Selasa, 1 Agustus 2017,
07:37 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, NASIONAL.
Beritabali.com, Jakarta. Peringatan Presiden Joko Widodo agar daerah mengoptimalkan serapan anggaran di daerah, ternyata kurang digubris. Simpanan dana daerah di perbankan masih cukup besar.
Berdasarkan catatan Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Kementerian Keuangan, simpanan pemerintah daerah di perbankan pada akhir Juni 2017, mencapai Rp222,6 triliun. Terdiri dari giro, deposito dan tabungan.
"Jumlah tersebut lebih tinggi Rp7,9 triliun dari posisi simpanan pemda di perbankan pada periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp214,7 triliun," kata Boediarso Teguh Widodo, Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan di Jakarta, Senin (31/7/2017).
Boediarso bilang, simpanan pemda di perbankan yang mencapai Rp222,6 triliun itu, terdiri dari giro senilai Rp140,7 triliun, atau setara 63,2%. Ditambah deposito sebesar Rp76,6 triliun, atau 34,4%. Sisanya berbentuk tabungan sebesar Rp5,3 triliun, atau setara 2,4%.
Jika dibandingkan Mei 2017, kata Boediarso, simpanan pemda di perbankan mencapai Rp244,5 triliun. Angkanya lebih rendah yang mengindikasikan adanya peningkatan penyerapan pada Juni 2017 sebesar Rp21,9 triliun.
Tentu saja, peningkatan serapan tersebut ada musababnya. Menurut Boediarso lantaran rendahnya realisasi penerimaan daerah, sementara belanja daerah cukup besar. "Sampai akhir Juni 2017, realisasi pendapatan daerah hanya Rp85,1 triliun, sementara realisasi belanja daerah pada periode yang sama mencapai Rp107,04 triliun," kata Boediarso.
Masih kata Boediarso, terjadi peningkatan pelaksanaan kegiatan, sehingga berdampak kepada tingginya realisasi belanja daerah. Baik berupa belanja modal maupun belanja barang dan jasa.
Khusus simpanan pemerintah provinsi di perbankan sampai Juni 2017, lanjut Boediarso, mencapai Rp72,98 triliun. Atau lebih rendah Rp5,13 triliun ketimbang Mei 2017 yang mencapai Rp78,12 triliun.
"Jika dibandingkan dengan posisi pada periode yang sama tahun sebelumnya atau akhir Juni 2016 sebesar Rp52,52 triliun, jumlah tersebut berarti lebih tinggi Rp20,46 triliun," kata Boediarso.
Sedangkan, dana simpanan pemkab di perbankan sampai Juni 2017 mencapai Rp117,49 triliun. Atau lebih rendah Rp13,7 triliun dari posisi Mei 2017 sebesar Rp131,2 triliun. Jumlah itu lebih rendah Rp10,53 triliun dibanding periode yang sama 2016 yang mencapai Rp128,02 triliun.
Sementara simpanan dari pemerintah kota (pemkot) di perbankan sampai Juni 2017 mencapai Rp32,12 triliun. Atau lebih rendah Rp3,12 triliun ketimbang Mei 2017 sebesar Rp35,23 triliun. "Jumlah tersebut juga lebih rendah Rp2,01 triliun dari periode yang sama tahun sebelumnya atau bulan Juni 2016 yang sebesar Rp34,13 triliun," kata Boediarso. [bbn/idc/psk]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4399 Kali
02
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2057 Kali
03
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 1934 Kali
04
Rem Blong, Truk Bermuatan Batu Terjun ke Jurang di Sidemen
Dibaca: 1586 Kali
05
Sidak Cafe di Payangan, Polisi dan BNN Gianyar Tes Urine 21 Orang
Dibaca: 1429 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026