Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Senin, 11 Mei 2026
Kemah Budaya 2017 di Pura Srijong, Ada Sawung Jabo dan Sirkus Barok
Selasa, 1 Agustus 2017,
10:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Sebanyak 50 siswa SMA/SMK mengikuti kemah budaya selama sepekan di areal Pura Luhur Srijong, Kecamatan Selemadeg, Tabanan.
Kemah Budaya untuk ketujuh kalinya ini digelar secara resmi oleh Asisten II Setda Kabupaten Tabanan I Wayan Miarsana yang hadir mewakili Bupati Tabanan, Minggu (30/7) malam.
[pilihan-redaksi]
Asisten I Wayan Miarsana dalam sambutan singkatnya menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap pelaksanaan Kemah Budaya. Terlebih, pelaksanaan Kemah Budaya sudah berlangsung secara konsisten hingga memasuki tahun ketujuh.
“Adik-adik yang terpilih mengikuti program ini agar mengambil manfaat positif dari kegiatan ini. Anda akan dididik menjadi pribadi yang disiplin, kreatif, dan inovatif. Manfaatkan kesempatan selama lima hari ini untuk menggembleng diri,” jelasnya.
Demikian halnya dengan pelaksaan Kemah Budaya pada tahun-tahun sebelumnya, kegiatan kali ini juga akan mendatangkan sejumlah mentor. Salah satunya yang tidak pernah absen adalah Sawung Jabo dengan Sirkus Barok. Kemudian, Ayu Weda, perupa Sujana Kenyem, dan seniman teater Putu Satria.
Dalam pesan pembukanya pada malam itu, Sawung Jabo menyapa para peserta dengan pertanyaan mengenai kesiapan diri untuk ikut kemah selama lima hari. Dia berharap, para peserta mengembangkan segala potensi diri yang terpendam.
“Siap bekerja keras selama lima hari? Selama lima hari kita akan mengolah kreativitas dan potensi diri. Kalian belajar, saya pun belajar. Kita sama sama berusaha mengubah keterbatasan diri menjadi sesuatu yang berguna. Mengolah ketidakmungkinan menjadi kemungkinan,” pungkasnya.
Penggagas kegiatan yang juga Ketua DPRD Kabupaten Tabanan I Ketut Suryadi dalam kesempatan itu mengungkapkan, Kemah Budaya tahun ini mengangkat tema Satu Bumi dan Satu Jiwa. Dan, seperti pelaksanaan di tahun-tahun sebelumnya, Kemah Budaya akan berlangsung selama lima hari. Jadi, seluruh pesertanya akan mengikuti berbagai kegiatan yang bertujuan untuk mengasah kreativitas.
“Jaga disiplin. Ikuti petunjuk yang diberikan mentor, alumni Kemah Budaya, serta pembina dari Anak Angin,” kata Suryadi.
Dikatakan, angkatan-angkatan Kemah Budaya yang lahir setiap tahunnya memiliki kreativitas yang beragam dan menonjol pada beberapa bidang. Dan, dia yakin hal serupa juga akan terjadi pada tahun ini.
“Entah menonjol di sastra, musik, tari, atau seni rupa. Tapi kita berusaha untuk mengkolaborasikannya. Sehingga nanti begitu selesai, kalian (peserta) mampu memberikan suguhan karya yang orisinil. Hasil olah kreativitas sendiri,” ungkapnya.
Dia juga menegaskan kembali bahwa dengan mengikuti Kemah Budaya, para siswa bukan sedang dicetak sebagai seniman. Lebih dari itu, kegiatan Kemah Budaya ini lebih menekankan pemberian bekal hidup untuk di kehidupan sehari-hari mereka.
“Apapun itu nanti jadinya. Apapun nanti profesi kalian. Yang terpenting kalian punya bekal hidup. Kalaupun jadi seniman, itu bonus,” pungkasnya.
Acara malam itu disaksikan oleh sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah seperti Kepala Badan Perencanaan dan Penelitian Pembangunan Kabupaten Tabanan Ida Bagus Wiratmaja, Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Tabanan I GN Supanji, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Tabanan I Made Agus Harta Wighuna, Kepala Bagian Humas dan Protokol Setda Kabupaten Tabanan I Putu Dian Setiawan, sejumlah camat serta perbekel sekecamatan Selamadeg Raya. [nod/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 1065 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 848 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 672 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 623 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026