Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Harga Garam di Karangasem Meroket, Naik 2x Lipat Bahkan Lebih

Senin, 14 Agustus 2017, 16:17 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Beritabali.com, Karangasem. Kelangkaan garam yang terjadi belakangan ini mulai berdampak di Karangasem, pasalnya sejak tiga bulan terakhir harga garam cenderung mengalami kenaikan, bahkan di beberapa pasar tradisional Karangasem harganya meroket naik hingga dua kali lipat bahkan lebih.
 
"Pasokannya sih lancar saja, tetapi harganya yang sangat mahal," ujar salah satu pedagang dipasar Amlapura Ni Nengah Minggu 51 tahun asal Karangasem, Senin (14/8).
 
[pilihan-redaksi]
Menurutnya, kenaikan harga garam sudah dirasakannya sejak tiga bulan terakhir, di mana rata-rata kenaikan mencapai dua kali lipat bahkan lebih. Diakui Nengah selama 10 tahun sebagai berdagang di pasar tersebut baru kali ini harga garam dipasaran meroket.
 
Di pasar tradisional Karangasem harga garam jawa yang dulunya hanya Rp2500 kini naik menjadi Rp7 ribu perkilonya. Untuk garam Bali yang dulunya hanya
Rp5 ribu sekilo kini menjadi Rp10 ribu per kilonya. Sedangkan untuk garam beryodium mengalami kenaikan yak cukup signifikan di mana harga semula sekitar Rp12 ribu perbalnya sekarang menjadi Rp35 ribu perbalnya.
 
Menurut Kadis Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Karangasem Gusti Ngurah Suarta, SH. Kenaikan harga garam yang terjadi belakangan ini disinyalir akibat cuaca yang tidak menentu, sehingga produksi garam di beberapa tempat produksi garam di Karangasem menjadi tidak maksimal.
 
"Untuk harga kami selalu pantau perkembangannya dengan cara melakukan sidak seminggu dua kali turun kepasar-pasar yang ada di Karangasem," ungkapnya. [igs/wrt]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami