Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pretima dan Petapakan Barong Ikut Dibawa Ngungsi

Sabtu, 23 September 2017, 10:32 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.

Beritabali.com, Klungkung. Warga Karangasem benar-benar panik menyusul dinyatakannya status awas pada Gunung Agung, Jumat (22/9) pukul 20.30 WITA. Mereka tidak saja berhamburan mengungsi bersama sanak keluarga tapi warga juga membawa pretima dan petapakan barong dan ratu ayu ikut mengungsi ke Klungkung.

[pilihan-redaksi]

Seperti dilakukan oleh warga Banjar Adat Pegubugan, Desa Duda, Kecamatan Selat. Mereka memboyong belasan petapakan dan pretima mengungsi ke Pura Pejenengan Kawitan Arya Tauman di Banjar Jelantik Koribatu, Desa Tojan, Klungkung, Jumat (22/9) pukul 24.00 WITA.

Pantuan di Pura Arya Tauman, Sabtu (23/9), semua petapakan yang sebelumnya disungsung di Pura Pesanggrahan Agung, Desa Selat ditempatkan di sebuah Piyasan Pura Arya Tauman. Sejumlah warga Banjar Pegubugan bersiap menghaturkan sembahyang dipimpin Jro Mangku Ketut Resa.

Menurut penuturan Prajuru Banjar Adat Pegubugan dirinya terpaksa mengungsikan semua pretima dan petapakan karena situasi di desa sudah banyak mengungsi setelah Gunung Agung ditetapkan berstatus awas. Lebih lebih Banjar Pegubugan hanya berjarak sekitar 7 kilometer dari Gunung Agung. Kata Suardana, Banjar Pegubugan masuk kawasan rawan bencana (KRB) II.

"Apalagi kalau melihat historis tahun 1963, banjar kami terkena bencana Gunung Agung meletus. Kami di banjar sudah sepakat mengungsikan semua pretima dan petapakan, masak kami saja yang mengungsi," tandas Suardana. [wan/wrt]

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami