Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Ilmuwan Kembangkan Rahim Buatan bagi Bayi Prematur
Rabu, 27 September 2017,
18:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DUNIA.
Beritabali.com, Philadelphia. Kehamilan tipikal manusia berlangsung sekitar 40 pekan, dan bayi dianggap premature pada usia 37 pekan. Setiap tahun, sekitar 15 juta bayi di seluruh dunia lahir prematur, lebih dari sepersepuluh dari semua kelahiran.
Janin prematur termuda yang dianggap dapat hidup --22 sampai 23 pekan-- biasanya bobotnya hanya sekitar 500 gram dan memiliki kesempatan sintas kurang dari 50 persen. Salah satu alasan utama kematian adalah paru-paru yang terlalu rapuh.
[pilihan-redaksi]
Pada April lalu, peneliti di Rumah Sakit Anak Philadelphia melaporkan dalam Nature Communications bahwa mereka menguji rahim buatan pada delapan domba prematur, yang dipilih karena paru-paru domba berkembang serupa dengan manusia.
Setiap domba tumbuh dalam kantong berisi cairan ketuban buatan, dan debaran jantungnya memompa darah melalui tali pusar ke mesin yang berfungsi seperti plasenta, menambahkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida.
Para peneliti melaporkan bahwa paru-paru domba dan organ tubuh lainnya berkembang seolah-olah berada dalam rahim domba sesungguhnya. Beberapa domba itu tumbuh sampai dewasa, dan sekarang ada seekor yang berusia lebih dari satu tahun dan tampak normal dalam segala hal, termasuk dalam perkembangan otaknya,
"Kami tidak memiliki tes intelijen untuk anak domba, akan tetapi menurut kami, mereka adalah anak-anak domba yang cukup cerdas," kata pemimpin riset Alan Flake seperti dilansir National Geographic.
Tujuan dari rahim buatan, kata Flake, bukanlah untuk menumbuhkan bayi sepenuhnya di luar ibu mereka atau bahkan untuk menarik mundur batas kelangsungan hidup sampai usia paling dini. Alih-alih, para peneliti mengharapkan ketahanan serta kesehatan lebih baik bagi bayi yang lahir sebelum usia kritis 28 pekan, saat paru-paru mereka siap untuk menarik napas pertama.[bbn/idc/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Suami Tusuk Istri dan Mertua di Penatih
Dibaca: 4535 Kali
02
Siswi SMP di Sidakarya Diduga Diperkosa Karyawan Ayahnya
Dibaca: 2348 Kali
03
Pria 28 Tahun Diduga Tewas Gantung Diri di Belakang Rumah Payangan
Dibaca: 2002 Kali
04
Pelajar 14 Tahun Tewas Kecelakaan di Manggis Karangasem
Dibaca: 1609 Kali
05
Sterilisasi Pelabuhan Gilimanuk Mulai 5 Agustus
Dibaca: 1050 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026