Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Tidak Punya Izin Bupati, Ngamen Peduli Gunung Agung Akan Ditertibkan

Rabu, 27 September 2017, 20:32 WITA Follow
Beritabali.com

Beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, TABANAN.

Beritabali.com, Tabanan. Banyaknya aksi ngamen di jalan untuk menggalang dana peduli gunung agung terkesan semakin liar. Untuk itulah Pemkab Tabanan akan mengamankan para pengamen penggali dana turun ke jalan, apabila tidak memiliki izin dari Bupati.

[pilihan-redaksi]

Hal itu diungkapkan oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Rabu ( 27/9/2017) di sela-sela mengunjugi pengungsi gunung agung di Kantor Camat Marga, Tabanan.

“Itu ada aturanya,” jelas Bupati Eka.

Ia juga menyarankan kepada masyarakat agar hati-hati juga menyalurkan dana melalui rekening yang tidak jelas keberadaanya.

"Hati-hati kalau ada pihak yang memberikan nomor rekening untuk sumbangan korban gunung agung. Saya sarankan bantuan bisa dikirim langsung ke Dinas Sosial Tabanan dan saya tidak pernah sarankan kirim ke rekening,” tandas Bupati Eka.

Kadis Sosial Tabanan I Nyoman Gede Gunawan juga mengatakan aksi ngamen di jalan untuk menggalang dana bagi korban bencana itu sudah ada aturannya. Hal itu diatur dengan peraturan bupati.

“Bagi siapapun yang menggelar aksi tersebut harus mengantongi izin dan izin itu bisa diurus di Dinas Sosial.” tandasnya.

Hal senada juga disampaikan Kasatpol PP Tabanan I Wayan Sarba. Bahkan Sarba menjelaskan sudah ada intruksi terbaru dari Gubernur Bali  terkait keberadaan para pengamen untuk korban bencana.

“Waktu ini kami sidak ke Lampu Merah Soekarno, ternyata para pengamen itu adalah anak anak  sekolah SMP dan SMA. Dan kami saranakan untuk mengehentikan aksinya,” tandas Sarba.

Pihaknya akan terus memantau aksi para pengamen tersebut. Apabila tidak mengantongi izin terpaksa  akan ditertibkan.

Aksi ngamen di sejumlah lampu merah yang ada terjadi secara sporadis. Meskipun  ada yang melengkapi diri dengan legalitas lembaga, namun banyak juga yang terkesan dilakukan kurang elok.

“Kami hanya ingin pertanggungjawaban dari hasil menggali dana tersebut, Agar nanti tidak digunakan dengan hal hal yang tidak jelas,” kata salah satu warga Tabanan. [nod/wrt]

Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami