Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Tidak Punya Izin Bupati, Ngamen Peduli Gunung Agung Akan Ditertibkan
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Banyaknya aksi ngamen di jalan untuk menggalang dana peduli gunung agung terkesan semakin liar. Untuk itulah Pemkab Tabanan akan mengamankan para pengamen penggali dana turun ke jalan, apabila tidak memiliki izin dari Bupati.
[pilihan-redaksi]
Hal itu diungkapkan oleh Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, Rabu ( 27/9/2017) di sela-sela mengunjugi pengungsi gunung agung di Kantor Camat Marga, Tabanan.
“Itu ada aturanya,” jelas Bupati Eka.
Ia juga menyarankan kepada masyarakat agar hati-hati juga menyalurkan dana melalui rekening yang tidak jelas keberadaanya.
"Hati-hati kalau ada pihak yang memberikan nomor rekening untuk sumbangan korban gunung agung. Saya sarankan bantuan bisa dikirim langsung ke Dinas Sosial Tabanan dan saya tidak pernah sarankan kirim ke rekening,” tandas Bupati Eka.
Kadis Sosial Tabanan I Nyoman Gede Gunawan juga mengatakan aksi ngamen di jalan untuk menggalang dana bagi korban bencana itu sudah ada aturannya. Hal itu diatur dengan peraturan bupati.
“Bagi siapapun yang menggelar aksi tersebut harus mengantongi izin dan izin itu bisa diurus di Dinas Sosial.” tandasnya.
Hal senada juga disampaikan Kasatpol PP Tabanan I Wayan Sarba. Bahkan Sarba menjelaskan sudah ada intruksi terbaru dari Gubernur Bali terkait keberadaan para pengamen untuk korban bencana.
“Waktu ini kami sidak ke Lampu Merah Soekarno, ternyata para pengamen itu adalah anak anak sekolah SMP dan SMA. Dan kami saranakan untuk mengehentikan aksinya,” tandas Sarba.
Pihaknya akan terus memantau aksi para pengamen tersebut. Apabila tidak mengantongi izin terpaksa akan ditertibkan.
Aksi ngamen di sejumlah lampu merah yang ada terjadi secara sporadis. Meskipun ada yang melengkapi diri dengan legalitas lembaga, namun banyak juga yang terkesan dilakukan kurang elok.
“Kami hanya ingin pertanggungjawaban dari hasil menggali dana tersebut, Agar nanti tidak digunakan dengan hal hal yang tidak jelas,” kata salah satu warga Tabanan. [nod/wrt]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6018 Kali
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4692 Kali
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2664 Kali
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2348 Kali
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2243 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan