Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Siswa Sekolah yang Mengungsi Sebanyak 5.076 Orang
Kamis, 28 September 2017,
08:06 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Peningkatan aktivitas Gunung Agung menyebabkan gelombang pengungsi dari wilayah yang ditetapkan sebagai Kawasan Rawan Bencana (KRB) ke daerah aman yang tersebar di berbagai Kabupaten/Kota se-Bali. Di tengah upaya penanganan para pengungsi, Pemprov Bali melalui Dinas Pendidikan menaruh perhatian pada keberlanjutan pendidikan anak usia sekolah yang terpaksa ikut mengungsi dengan orang tua mereka.
Pemprov Bali telah melakukan sejumlah upaya antisipasi dan hingga saat ini terus melakukan konsolidasi guna memastikan tak ada anak pengungsi yang sampai putus sekolah. Penegasan itu disampaikan Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali I Dewa Gede Mahendra Putra,SH.MH setelah berkoodinasi dengan Sekretaris Dinas Pendidikan I Wayan Serinah, Rabu (27/9).
Terkait dengan keberlanjutan pendidikan anak pengungsi, Pemprov Bali telah melakukan langkah antisipasi sejak Gunung Agung masih berstatus waspada (level III). Saat itu, tepatnya tanggal 22 September 2017, Pemprov Bali langsung mengeluarkan Surat Edaran yang ditujukan kepada Kepala Sekolah pada wilayah KRB, Kepala Sekolah di luar KRB, Dinas Pendidikan serta UPT Disdik di Kabupaten/Kota.
Dalam surat edaran itu, kepala sekolah beserta seluruh jajarannya diminta mendata peserta didik yang sudah mengungsi dan yang kemungkinan akan mengungsi, termasuk lokasi tujuan mereka mengungsi. Selain itu, kepala sekolah dan jajarannya juga diminta melakukan persiapan penyelamatan dan pengamanan dokumen penting dan aset sekolah. Juga memberi petunjuk, pengarahan dan bimbingan terkait terkait kewaspadaan dan tanggap bencana sehingga peserta didik selalu waspada, tenang dan siap menghadapi situasi dan kondisi terkait dengan aktivitas Gunung Agung Selanjutnya.
Sementara sekolah yang lokasinya di luar KRB diminta berperan aktif dalam penanganan bencana yang diakibatkan peningkatan aktivitas Gunung Agung. Mereka diminta mendata siswa yang mengungsi di lingkungan sekolah masing-masing dan memfasilitasi anak pengungsi agar mendapatkan kelanjutan pendidikan sesuai dengan jenjangnya.
“Intinya, siswa dari warga yang mengungsi wajib diterima di sekolah terdekat dari tempat pengungsian, baik di sekolah negeri maupun swasta,” tandasnya.
Pada prinsipnya, ujar Dewa Mahendra, sejauh ini upaya menjamin keberlanjutan pendidikan bagi anak pengungsi telah berjalan cukup baik. Ia mengapresiasi sikap proaktif yang ditunjukkan Dinas Pendidikan dan kepala sekolah jenjang SD,SMP hingga SMA/SMK di Kabupaten/Kota. Setelah memastikan seluruh siswa pengungsi mendapat tempat belajar, langkah selanjutnya adalah memenuhi kebutuhan sekolah mereka seperti buku, seragam dan lainnya.
“Tahap pertama, yang penting mereka masuk dulu dan tak ada yang tercecer,” tandasnya.
Menurut Dewa Mahendra, saat ini Dinas Pendidikan Provinsi Bali terus melakukan pendataan siswa yang berada di pengungsian. Hingga Selasa (26/9), jumlah siswa jenjang SD,SMP, SMA/SMK dan SLB yang berhasil didata sejumlah 5.076 orang siswa. Mereka tersebar di sembilan Kabupaten/Kota dan sebagian besar sudah mengikuti pendidikan di sekolah dekat pengungsian. Jumlah ini diperkirakan masih fluktuatif mengingat pendataan masih terus dilakukan, khususnya pengungsi mandiri yang tinggal di rumah sanak saudara mereka. Untuk siskronisasi dan validasi data, dalam waktu dekat Disdik Bali akan menggelar rakor dengan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-Bali. Pada kesempatan itu, Dewa Mahendra juga berharap agar masyarakat ikut proaktif memfaslitasi anak pengungsi untuk kembali bersekolah. [bbn/rls/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6037 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2363 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2252 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026