Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Gunung Agung Awas, Bupati Karangasem Gelar Dialog Bersama BNPB dan Dandim Karangasem

Kamis, 5 Oktober 2017, 19:16 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Beritabali.com, Karangasem. Memasuki hari ke-13 semenjak ditetapkannya status Gunung Agung di level awas, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei bersama Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri dan Dandim 1623 Karangasem Letkol Inf. Fierman Sjafirial Agustus menggelar dialog khusus terkait situasi dan kondisi terkini Karangasem beserta aktivitas Gunung Agung.
 
“Saat ini total data pengungsi ada lebih dari 150 ribu jiwa yang sebelumnya hanya 140 ribu, penambahan jumlah pengungsi tentu tidak lepas dari kondisi psikologis masyarakat. Kita sekarang sedang melakukan sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat apabila erupsi terjadi di mana saja potensi bahayanya,” ujar Kepala BNPB Willem Rampangilei.
 
[pilihan-redaksi]
Kata dia, dengan jumlah pengungsi yang terus meningkat, tentunya pihaknya akan meningkatkan sosialisasi memberikan pemahaman dan mengedukasi warga disamping mengimbau warga agar mau kembali ke daerahnya masing-masing, bagi yang telah dinyatakan aman.
 
Radius 9 dan 12 kilometer oleh vulkanolagi telah ditetapkan sebagai zona bahay, di mana disektoral inilah yang menjadi zona bahaya material-material  berbahaya yang dikeluarkan gunung agung. Sementara diluar zona itu adalah bahaya dari abu vulkanik.
 
"Jadi ini yang kita antisipasi dengan memberikan edukasi dan pemahaman tentang bagaimana cara menyelamatkan diri, persedian logistik dan masker," sebutnya.
 
Sementara itu, menurut Dandim 1623 Karangasem Letkol Inf. Fierman Sjafirial Agustus, 12 kilometer tersebut bersifat sektoral yakni tidak semua daerah yang ada dilingkaran termasuk radius zona bahaya. Di zona bahanya sendiri diakuinya sudah dilakukan sosialisasi terhadap tokoh masyarakat dan mereka mau mengerti dan tanggap untuk mengungsi secara mandiri. Selain itu, upaya evakuasi khusus dilakukan terhadap lansia, orang cacat dan anak-anak. 
 
“Sampai saat ini untuk upaya evakuasi sudah mencapai 99%,” ujarnya. [igs/wrt]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami