Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Gunung Agung Awas, Bupati Karangasem Gelar Dialog Bersama BNPB dan Dandim Karangasem
Kamis, 5 Oktober 2017,
19:16 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, KARANGASEM.
Beritabali.com, Karangasem. Memasuki hari ke-13 semenjak ditetapkannya status Gunung Agung di level awas, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei bersama Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri dan Dandim 1623 Karangasem Letkol Inf. Fierman Sjafirial Agustus menggelar dialog khusus terkait situasi dan kondisi terkini Karangasem beserta aktivitas Gunung Agung.
“Saat ini total data pengungsi ada lebih dari 150 ribu jiwa yang sebelumnya hanya 140 ribu, penambahan jumlah pengungsi tentu tidak lepas dari kondisi psikologis masyarakat. Kita sekarang sedang melakukan sosialisasi untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat apabila erupsi terjadi di mana saja potensi bahayanya,” ujar Kepala BNPB Willem Rampangilei.
[pilihan-redaksi]
Kata dia, dengan jumlah pengungsi yang terus meningkat, tentunya pihaknya akan meningkatkan sosialisasi memberikan pemahaman dan mengedukasi warga disamping mengimbau warga agar mau kembali ke daerahnya masing-masing, bagi yang telah dinyatakan aman.
Radius 9 dan 12 kilometer oleh vulkanolagi telah ditetapkan sebagai zona bahay, di mana disektoral inilah yang menjadi zona bahaya material-material berbahaya yang dikeluarkan gunung agung. Sementara diluar zona itu adalah bahaya dari abu vulkanik.
"Jadi ini yang kita antisipasi dengan memberikan edukasi dan pemahaman tentang bagaimana cara menyelamatkan diri, persedian logistik dan masker," sebutnya.
Sementara itu, menurut Dandim 1623 Karangasem Letkol Inf. Fierman Sjafirial Agustus, 12 kilometer tersebut bersifat sektoral yakni tidak semua daerah yang ada dilingkaran termasuk radius zona bahaya. Di zona bahanya sendiri diakuinya sudah dilakukan sosialisasi terhadap tokoh masyarakat dan mereka mau mengerti dan tanggap untuk mengungsi secara mandiri. Selain itu, upaya evakuasi khusus dilakukan terhadap lansia, orang cacat dan anak-anak.
“Sampai saat ini untuk upaya evakuasi sudah mencapai 99%,” ujarnya. [igs/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6027 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4697 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2666 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2355 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2245 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026