Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




15 Tahun Bom Bali I, Gubernur : Jangan Dilupakan Namun Harus Dimaafkan

Jumat, 13 Oktober 2017, 17:00 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, BADUNG.

Beritabali.com, Badung. Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan peristiwa Bom Bali I yang terjadi pada tanggal 12 Oktober 2002 di Legian, Kuta adalah sebuah kejahatan terhadap kemanusiaan. Bali yang terkenal aman dan damai tiba-tiba disentak dengan peristiwa yang keji. 
 
Menurutnya, walau demikian, kejadian itu menuntun Bali untuk tidak melupakan tapi memaafkan yang sudah terjadi. 
 
[pilihan-redaksi]
Pastika mengatakan menaruh dendam justru akan menimbulkan pikiran untuk membalas dendam. Oleh sebab itu ia mengajak masyarakat khususnya para korban dan keluarganya untuk menghilangkan dendam tersebut. 
 
“Mari kita hilangkan dendam itu. Peringatan ini saya harapkan bukan menorehkan dendam baru tapi belajar memaafkan,” ujarnya. 
 
Mantan Ketua Tim Investigasi Bom Bali I ini mengatakan melalui peristiwa ini kita belajar bahwa perdamaian dan kedamaian bukan datang dari langit, namun harus ada upaya untuk menciptakannya yang dimulai dengan berdamai dengan diri sendiri.
 
Pastika mengaku tersentuh dengan surat yang dibacakan oleh dua anak korban Bom Bali pada peringatan kali ini. Ia mengajak para korban dan keluarganya untuk selalu tegar dan menunjukkan bahwa kita tidak takut dan hancur karena peristiwa ini. Ia tak menampik bahwa ada kontroversi terhadap peringatan peristiwa ini. Namun menurutnya peringatan ini perlu agar secara khusus ia menyampaikan terima kasih kepada Isana Dewata, yayasan yang menaungi korban Bom Bali yang telah membuat peringatan ini terjadi. 
 
“Sekali lagi saya berterima kasih kepada Isana Dewata yang telah mengurus dirinya sendiri dan mengurus saudara-saudaranya,” tambahnya.
 
Pastika juga secara resmi meluncurkan buku yang dibuat Yayasan Isana Dewata berjudul "Luka Bom Bali" berisikan cerita lima belas korban Bom Bali I dan II. Ia sekaligus menjadi pembeli pertama dengan membeli lima puluh eksemplar buku tersebut.
 
Acara peringatan juga dihadiri Konsul Jenderal Negara Asing, Wakil Ketua DPRD Bali, Danrem, Ketua FKUB Bali, Wakil Bupati Badung dan anggota Forum Komunikasi Pimpinan Daerah lainnya. [bbn/prov/wrt]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami