Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Minggu, 1 November 2026
Gubernur Pastika : Tidak Ada Pemulangan Paksa Pengungsi Gunung Agung
Senin, 30 Oktober 2017,
20:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Pasca diturunkannya status Gunung Agung dari level 4 ‘awas’ menjadi level 3 ‘siaga’, Gubernur Bali Made Mangku Pastika membantah rumor yang beredar jika para pengungsi Gunung Agung yang mencapai 150 ribu jiwa harus kembali ke rumah masing-masing.
Hal tersebut disampaikannya saat acara ramah tamah dengan awak media di ruang press room, Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, Denpasar, Senin (30/10).
Menurutnya, setelah penurunan level tersebut hanya enam desa yang masuk Kawasan Rawan Bencana (KRB) dengan radius 6 – 7,5 km dan jumlah penduduk sekitar 47 ribu jiwa.
“Jadi sisanya kami tidak paksa, jika ingin pulang silahkan bukan berarti ngusir, atau masih mau bertahan di pengungsian tidak apa-apa. Tapi jujur, pasti tidak nyaman hidup di pengungsian, tidur desak-desakkan, tidak bisa kerja dan serba terbatas,” jelasnya yang dalam kesempatan itu turut juga didampingi oleh Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali, I Dewa Gede Mahendra Putra.
Untuk itu Ia berharap para awak media bisa meluruskan pemberitaan yang tidak benar beredar di masyarakat, karena penurunan status adalah hasil hitungan dan kewenangan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
Lebih jauh, orang nomor satu di Bali ini menyatakan persoalan pengungsi bukanlah masalah untung dan rugi, karena sudah menjadi kewajiban Pemerintah memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakatnya. Kata Pastika, semua harus mematuhi arahan dari PVMBG, karena hanya badan itu yang mempunyai otoritas terkait langkah-langkah yang harus dilakukan terkait aktivitas Gunung Agung.
“Jadi kalau statusnya diturunin dan dinyatakan aman untuk kembali ke rumah silahkan, bagi masyarakat yang masih termasuk dalam KRB, diminta bertahan di pengungsian tolong dipatuhi. Karena dia yang tahu melalui perhitungan yang modern dan cermat tentang arah letusan jadi tahun 1963 bukanlah menjadi patokan” jelasnya.
Akan tetapi, semua pihak diharapkan tetap waspada karena kemungkinan erupsi masih ada.
Mengenai fasilitasi para pengungsi ke daerah asal, Pastika mengatakan pihaknya sudah menyiapkan truk dan bus bagi para pengungsi yang ingin kembali ke rumah masing-masing, jadi tinggal koordinasi saja dengan pemerintah. Ia juga menambahkan, selama masih ada pengungsi, maka status tanggap darurat akan terus berlangsung, karena terkait dengan masalah logistik.[bbn/rls/psk]
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026