Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Pengusaha Galian C : Tambang di Luar Zona Bahaya Harus Dibuka

Rabu, 8 November 2017, 18:00 WITA Follow
Beritabali.com

ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, KARANGASEM.

Beritabali.com, Karangasem. Beberapa pengusaha galian C yang berada di Kabupaten Karangasem menanggapi positif surat dari Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana kepada Bupati Karangasem I Gusti Ayu Mas Sumatri terkait aspirasi Persatuan Sopir Material (PSM) Singaraja.
 
[pilihan-redaksi]
"Menurut saya, melihat status Gunung Agung sudah turun menjadi siaga. Semestinya pasar ini harus dilepas terutama galian yang berada di luar zona. Hendaknya surat dari Bupati Buleleng tersebut segara ditindak lanjuti, agar tidak timbul permasalah," kata salah satu pengusaha galian C di daerah Kubu I Ketut Dayuh saat menanggapi hal tersebut, Rabu (8/11).
 
Lain halnya disaat status Gunung Agung awas, dirinya bahkan mendukung untuk dibatasi truk yang masuk ke galian agar tidak mengganggu proses evakuasi warga.
 
Secara pribadi dirinya merasa cukup dirugikan akibat adanya kebijakan di mana para sopir material dari Singaraja belum diizinkan masuk ke lokasi penambangan material di wilayah Kecamatan Kubu Karangasem. 
 
Pihaknya tidak mempermasalahkan turunnya jumlah pembeli karena perusahannya menjamin kualitas. Hanya saja ditakutkan permasalahan ini akan menjadi konflik horisontal antar sesama sopir lantaran larangan tersebut.
 
"Takutnya ada truk dari Karangasem lewat Buleleng dicegat. Untung saja selama ini belum ada, jika terjadi tentu akan sangat merugikan terlebih jauh sebelum aktivitas Gunung Agung meningkat pihaknya ada kontrak didaerah Buleleng," ungkapnya.
 
Hal yang sama juga diutarakan oleh pengusaha galian C lainnya didaerah tersebut. Ketut Dayuh juga mengaku sempat berbincang dengan pengusaha lainnya terkait permasalahan tersebut.
 
Dirinya berharap agar para sopir diberikan kebebasan untuk membeli material langsung dengan harga sewajarnya, sehingga masyarakat bisa mendapatkan material dengan harga sepantasnya.
 
"Intinya kita sepakat dengan aspirasi para sopir tersebut," tandasnya. [igs/wrt]
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: -



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami