Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Kamis, 30 April 2026
15 Mantan Pasein RSJ Ikuti Program Kopi Kental
Sabtu, 18 November 2017,
09:00 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, TABANAN.
Beritabali.com, Tabanan. Sebanyak 15 mantan orang dengan gangguan jiwa (OGDJ) yang pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Bangli, mengikuti program kopi kental (Komunintas Penduli Kesehatan Mental) berupa latihan mengepak dan mengemas dupa.
Mereka dengan santai dan cekatan mengikuti arahan dari instruktur mengemas dupa di Loak Bina Karya Tuakilang, Dinas Sosial Kabupaten Tabanan, Jumat (17/11/2017).
[pilihan-redaksi]
Program mengemas dupa merupakan salah satu program Kopi Kental (Komunintas Penduli Kesehatan Mental) yang bertujuan untuk membangkitkan kembali gairah hidup para mantan penderita gangguan jiwa atau ODGJ.
“Pasien dengan gangguan jiwa (ODGJ) memang membutuhkan penanganan yang komprehensif. Sebab, selain membutuhkan pertolongan secara medis, pasien tersebut juga menghadapi tantangan sosial di masyarakat yang harus dihadapi," jelas Kadis Sosial Tabanan I Nyoman Gede Gunawan.
Ditambahkannya, dampak sosial yang dihadapi mantan ODGJ cukup serius seperti penolakan, pengucilan dan diskriminasi dari masyarakat. Maka diperlukan langkah selanjutnya bagi mereka setelah menjalani serangkaian pengobatan agar mereka bisa minimal mandiri dan diterima di tengah masyarakat lagi.
“Salah satunya adalah membekali ketrampilan, sekaligus ini untuk terapi kesembuhan," terangnya.
Pelatihan ini sudah diawali sejak bulan Maret 2017 silam dengan pelatihan cara membuat dupa. Dan kali ini merupakan kelanjutan dari pelatihan tersebut.
"Kita dapat anggaran lagi di perubahan, secara otomatis melanjutkan pelatihan yang sebelumnya sudah kita lakukan," ucapnya.
Untuk pemasaran, pihaknya kedepan akan menggandeng koperasi dinas ataupun agen agen penjual dupa.
Dipilihnya dupa untuk tema pelatihan, dikatakan Gunawan akan mengingatkan para eks ODGJ ini untuk tetap bersembahyang, dengan harapan peningkatan srada bakti kepada Tuhan bisa menyembuhkan sakit mereka secara sekala niskala.
Tidak hanya pelatihan pengemasan dupa, kelima belas ODGJ ini juga diajarkan dinamika kelompok agar saling mengenal misalnya saja bernyanyi, dan belajar sembahyang.
"Intinya agar mereka bisa melupakan sakit yang pernah dialaminya dan bisa menjadi jati diri yang baru," pungkasnya. [nod/wrt]
Berita Premium
Reporter: -
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3865 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1820 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026