Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 April 2026
Warga China Sindikat Penipuan Via Online Sudah Sebulan di Bali
Jumat, 12 Januari 2018,
23:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ditreskrimsus Polda Bali mengungkap fakta baru terkait penangkapan 64 pelaku sindikat kejahatan cyber international warga negara Tiongkok yang diringkus di 4 lokasi di Jalan Tukad Badung XXI nomor 22 Panjer Renon Denpasar, Jalan Sahadewa dan di Jalan Darmawangsa Kuta Selatan, Kamis (11/1) pagi. Mereka diketahui masuk melalui Bandar Udata Juanda Surabaya Jawa Timur dan menempuh jalur darat ke Bali.
"Mereka sudah sebulan tinggal di Bali," ujar sumber petugas Polda Bali, (12/1). Setelah tiba di Bali, para pelaku penipu via online itu sudah ditunggu otak pelaku, yakni dua warga Tiongkok, Yap Kok Heong dan Liao Jui Ko.
Kedua pelaku ini sudah menyediakan tempat tinggal terpisah kepada rekan-rekannya selama di Bali. Sebanyak 25 orang termasuk dua otak penipuan itu tinggal di rumah kontrakan di Jalan Tukad Badung Nomor 22 Renon Densel.
"Satu orang lokal tinggal di sana sebagai penjaga rumah," ungkap sumber yang enggan disebut namanya ini.Sedangkan di Perum Pecatu Indah Resort Jalan Sahadewa I Nomor. A1/47, Badung, terdapat 17 orang WNA asal Tiongkok. Untuk di Jalan Darmawangsa, Gang Kutuh 2 Nomor IX, Kuta Selatan, Badung, terdapat 22 orang pelaku.
"Ada juga yang mengontrak di Perum Golden Gate, Kepaon, Denpasar Selatan, dan sudah diamankan. Keduanya WNA Tiongkok, pasangan kekasih bernama Yu Xian Xian, dan Chen Qi," terangnya.
Puluhan pelaku ini memang didatangkan khusus dari Tiongkok, Taiwan dan bersembunyi di Bali untuk melakukan serangkaian kejahatan penipuan dan pemerasan terhadap korbannya warga Tiongkok. Mereka menggunakan peralatan komunikasi seperti HP, komputer, laptop untuk menakut-nakuti korbannya.
Dalam aksi itu, mereka menelepon warga negara Tiongkok secara acak. Mereka juga meretas beberapa akun perbankan dan mengintip rekening korban. Selanjutnya, para pelaku mengaku sebagai polisi atau kejaksaan negara Tiongkok dan mengatakan ke korban telah terlibat kejahatan.
"Setelah korban merasa takut, pelaku meminta korban bertransaksi dengan cara mentransfer lewat bank," ungkap sumber.Hingga tadi malam, petugas Dit Reskrimsus Polda Bali masih mendata identitas dan mengabadikan foto para pelaku. Sementara Kabid Humas Polda Bali Kombespol Hengki Widjaja mengaku masih menunggu kedatangan kepolisian Tiongkok untuk segera melakukan deportasi para pelaku.
“Kami masih menunggu kepolisian Tiongkok dan dalam waktu dekat, kami akan rilis,” ujar Kombes Hengky.
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
5 Pelaku Pembakaran ABK Benoa Ditangkap, Ini Motifnya
Dibaca: 3823 Kali
02
03
04
Koster Ungkap Rencana Akses Baru ke Besakih dari Klungkung-Bangli
Dibaca: 1767 Kali
05
ABOUT BALI
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026
Tradisi Imlek Unik di Singaraja, Patung Dewa Disucikan Tirta Tiga Pura
Rabu, 11 Februari 2026