Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 29 Juli 2026
Warga China Sindikat Penipuan Via Online Sudah Sebulan di Bali
Jumat, 12 Januari 2018,
23:20 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Ditreskrimsus Polda Bali mengungkap fakta baru terkait penangkapan 64 pelaku sindikat kejahatan cyber international warga negara Tiongkok yang diringkus di 4 lokasi di Jalan Tukad Badung XXI nomor 22 Panjer Renon Denpasar, Jalan Sahadewa dan di Jalan Darmawangsa Kuta Selatan, Kamis (11/1) pagi. Mereka diketahui masuk melalui Bandar Udata Juanda Surabaya Jawa Timur dan menempuh jalur darat ke Bali.
"Mereka sudah sebulan tinggal di Bali," ujar sumber petugas Polda Bali, (12/1). Setelah tiba di Bali, para pelaku penipu via online itu sudah ditunggu otak pelaku, yakni dua warga Tiongkok, Yap Kok Heong dan Liao Jui Ko.
Kedua pelaku ini sudah menyediakan tempat tinggal terpisah kepada rekan-rekannya selama di Bali. Sebanyak 25 orang termasuk dua otak penipuan itu tinggal di rumah kontrakan di Jalan Tukad Badung Nomor 22 Renon Densel.
"Satu orang lokal tinggal di sana sebagai penjaga rumah," ungkap sumber yang enggan disebut namanya ini.Sedangkan di Perum Pecatu Indah Resort Jalan Sahadewa I Nomor. A1/47, Badung, terdapat 17 orang WNA asal Tiongkok. Untuk di Jalan Darmawangsa, Gang Kutuh 2 Nomor IX, Kuta Selatan, Badung, terdapat 22 orang pelaku.
"Ada juga yang mengontrak di Perum Golden Gate, Kepaon, Denpasar Selatan, dan sudah diamankan. Keduanya WNA Tiongkok, pasangan kekasih bernama Yu Xian Xian, dan Chen Qi," terangnya.
Puluhan pelaku ini memang didatangkan khusus dari Tiongkok, Taiwan dan bersembunyi di Bali untuk melakukan serangkaian kejahatan penipuan dan pemerasan terhadap korbannya warga Tiongkok. Mereka menggunakan peralatan komunikasi seperti HP, komputer, laptop untuk menakut-nakuti korbannya.
Dalam aksi itu, mereka menelepon warga negara Tiongkok secara acak. Mereka juga meretas beberapa akun perbankan dan mengintip rekening korban. Selanjutnya, para pelaku mengaku sebagai polisi atau kejaksaan negara Tiongkok dan mengatakan ke korban telah terlibat kejahatan.
"Setelah korban merasa takut, pelaku meminta korban bertransaksi dengan cara mentransfer lewat bank," ungkap sumber.Hingga tadi malam, petugas Dit Reskrimsus Polda Bali masih mendata identitas dan mengabadikan foto para pelaku. Sementara Kabid Humas Polda Bali Kombespol Hengki Widjaja mengaku masih menunggu kedatangan kepolisian Tiongkok untuk segera melakukan deportasi para pelaku.
“Kami masih menunggu kepolisian Tiongkok dan dalam waktu dekat, kami akan rilis,” ujar Kombes Hengky.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
01
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3895 Kali
02
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2934 Kali
03
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2051 Kali
04
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 2011 Kali
05
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1810 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Selasa, 16 Juni 2026
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Senin, 25 Mei 2026
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun
Senin, 18 Mei 2026
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026