Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Rabu, 23 September 2026
Program "Jaksa Menyapa" Hadir di Singaraja, Bisa Laporkan Masalah Hukum
Selasa, 30 Januari 2018,
20:15 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, BULELENG.
Kejaksaan Tinggi Bali melaksanakan kegiatan dialog Interaktif Program "Jaksa Menyapa", bekerjasama dengan Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Singaraja, pada Selasa (30/1/2017).
Kegiatan yang sebelumnya juga sudah dilakukan di RRI Denpasar ini menghadirkan narasumber, Kajati Bali Dr. Jaya Kesuma, SH., M .Hum. , Wakajati Ida Bagus Wismantanu, SH. MH., Asisten Intelijen Ery Satriana, SH.M.Hum, serta turut hadir Kajari Singaraja, Kajari Bangli, dan Kajari Jembrana yang termasuk dalam wilayah siaran RRI Singaraja.
Program Jaksa Menyapa dikemas dalam format diskusi interaktif sehingga terjadi komunikasi dua arah, serta bisa dimanfaatkan masyarakat untuk bertanya langsung terkait berbagai persoalan hukum.
Dalam kesempatan ini, Kajati Bali Dr. Jaya Kesuma, SH., M .Hum, menjelaskan, program Jaksa Menyapa bertujuan untuk menumbuhkan kesadaran serta mendukung kebijakan penegakan hukum yang diambil oleh insitusi Kejaksaan. Program ini sangat efektif sebagai langkah aktif guna menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Hal itulah yang kemudian menjadi latar belakang tercetusnya ide program Jaksa Menyapa.
“Untuk itu, kehadiran program ini diharapkan dapat memberikan informasi secara tepat dan akurat kepada masyarakat dalam menyikapi berbagai isu penegakan hukum baik di tingkat lokal maupun nasional, yang notabene Bali menjadi salah satu daerah tujuan wisatawan dunia,” ujarnya.
Kajati Bali pun mengimbau kepada masyarakat, agar tidak sungkan lagi memanfaatkan program ini, melaporkan persoalan hukum, mengkritisi dan memberikan masukan kinerja kejaksaan Bali.
"Semua orang bisa mengikuti program ini. Masyarakat bisa mengkritisi dan memberikan masukan. Kami sangat membuka pintu lebar untuk perbaikan kami dan tentunya untuk kepentingan masyarakat juga," tegasnya.
Hal senada disampaikan Wakajati Bali, Ida Bagus Wismantanu, SH. MH. Program Jaksa Menyapa disebutnya bertujuan untuk mewujudkan kehadiran institusi Kejaksaan dalam membantu penyelesaian permasalahan-permasalahan hukum yang dihadapi oleh masyarakat dalam kehidupan sehar-hari.
"Kami akan hadir minimal sekali dalam dua minggu pukul 07.00-08.00 wita di wilayah siar RRI Singaraja. Harapan kami dengan memanfaatkan jaringan radio RRI yang mampu menjangkau sampai ke daerah-daerah terpencil, diharapkan program ini dapat menjadi strategi baru dalam memberikan penyuluhan hukum kepada masyarakat," jelasnya.
Sementara itu ditambahkan Asisten Intelijen Kejati Bali, Ery Satriana, melengkapi informasi program Jaksa Menyapa yang sudah disampaikan Kajati dan Wakajati Bali, bahwa saat ini selain pengaduan masyarakat bisa disampaikan langsung ke wilayah hukum Kejari dan Kejati Bali, masyarakat Bali juga bisa mengadukan persoalan hukum secara online di laman pengaduan website www.kejati-bali.go.id.
"Seluruh pengaduan yang disertai bukti pendukung pasti akan ditindaklanjuti. Dan website yang kami sediakan bagian dari membentuk transparansi kinerja di wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Bali," tutup Asintel Ery Satriana.
Berita Buleleng Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/psk
Berita Terpopuler
01
Sopir Truk di Muncan Karangasem Dibakar Hidup-hidup, Diduga Soal Setoran
Dibaca: 8326 Kali
02
Tiga WNA Australia Ditemukan Tewas di Kontrakan Legian
Dibaca: 5756 Kali
03
Habib Diciduk di Vila Dalung, 152 Gram Ganja Disita Polisi
Dibaca: 3600 Kali
04
Bentrok di Mess Buruh Tunas Jaya Sanur di Benoa, Satu Orang Tewas
Dibaca: 2433 Kali
05
ABOUT BALI
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026
Turis Australia Ditangkap Bawa 37 Paket Ganja di Denpasar
Jumat, 11 September 2026
Kronologi Gudang Rongsokan di Jalan Nakula Denpasar Terbakar
Selasa, 1 September 2026
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Sabtu, 18 Juli 2026