Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 1 Juli 2026
Klungkung Menuju Pendidikan TK Gratis
BERITABALI.COM, KLUNGKUNG.
Pemerintah Kabupaten Klungkung menargetkan untuk mewujudkan pendidikan taman kanak-kanak (TK) tanpa pemungutan biaya atau gratis. Langkah ini dalam upaya meningkatkan minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya dan sebagai upaya untuk meningkatkan angka partisipasi anak-anak untuk menempuh pendidikan sejak dini.
Bupati Klungkung, I Nyoman Suwirta, menjelaskan biaya masuk sekolah TK yang dinilai cukup besar oleh sebagian masyarakat dan jarak tempuh yang jauh menyebabkan angka Partisipasi Kasar (APK) anak-anak menempuh pendidikan TK baru mencapai 61 persen..
Berdasarkan data tersebut lahir gagasan untuk membuat satu desa satu TK negeri dengan cara penegerian TK swasta.
"Dengan program inovatif ini, masyarakat tidak lagi membayar karena pendidikan untuk anak anak mereka karena merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus terpenuhi program pendidikan ini hanya ada di kabupaten Klungkung,” ujar Bupati Suwirta dalam acara Penyerahan Surat Keputusan Penegerian TK di Kecamatan Nusa Penida pada Senin (5/2/2018).
Seluruh biaya operasional ditanggung Pemerintah Kabupaten Klungkung. Tenaga pendidik yang sebelumnya berstatus pengabdi secara otomatis diangkat menjadi tenaga kontrak dengan upah Rp 1,6 juta per bulan sudah termasuk jaminan kesehatan.Penegerian menyasar 12 TK yang tersebar di Kecamatan Klungkung, Banjarangkan, Dawan dan Nusa Penida pada tahun 2018.
Khusus di Kecamatan Nusa Penida untuk tahap awal penegerian dilakukan pada TK PAUD Silajaya Kumara yang selanjutnya menjadi TK Negeri Desa Batununggul, TK Widya Yogi Kumara yang selanjutnya menjadi TK Negeri Desa Klumpu serta PAUD Tunas Mekar Jaya Pejukutan menjadi TK Negeri Desa Pejukutan.
Reporter: bbn/rob
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun