Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Rabu, 29 Juli 2026
Merekontruksi Mandolin Pupuan Yang Nyaris Punah
BERITABALI.COM, TABANAN.
BeritaBali.com, Tabanan. Mandolin adalah alat musik asli Cina yang dibawa oleh seorang warga Tionghoa ke Desa Pupuan, Kecamatan Pupuan, Tabanan. Warga Tionghoan yang merupakan teman dari I Ketut Lastra meninggalkan alat musik Mandolin di Pupuan pada masa penjajahan Jepang, sekitar tahun 1930.
Keberadaan alat musik petik jenis kecapi dengan 12 nada itu nyaris punah. Namun berkat kegigihan warga Pupuan, alat musik Mandolin yang berasal dari kata Mandarin itu kemudian direkonstruksi pada tahun 2010.
Rekontruksi dilakukan dengan memodifikasi dari 12 nada menjadi 21 nada. Mandolin kemudian dikolaborasikan dengan gitar, bass, suling, perkusi jimbe, dan perkusi chimes. Modifikasi tersebut dilakukan oleh keturunan I Ketut Lastra atau yang akrab dipanggil dengan Pan Sekar. Pada akhirnya terbentuk Group musik Mandolin yang awalnya bernama Bungsil Gading.
Pementasan Bungsil Gading ternyata memikat hati dari Manajer E- Productinon Ngurah Manik. “Saya sangat tertarik, dengan alunan music Mandolin. Apalagi kombinasikan dengan gitar, bass , suling, jimbe, chimes,” jelas Ngurah Manik saat peluncuran Gita Bhaskara Etnik di Warung Be-Jawa pada Rabu ( 14/ 2/2018).
Ngurah Manik kemudian mengajak Bungsil Gading bergabung dengan E- production. Setelah melalui komunikasi yang panjang akhirnya kedua belah pihak sepakat untuk bekerjasama. “Kami kemudian sepakat mengganti nama Bungsil Gading dengan nama Gita Bhaskara Etnik,” papar Manik.
Lagu dengan judul Full Moon menjadi lagu pertama yang digarap dan dilanjutkan dengan penggarapan video klipnya. “Kami ingin Gita Bhaskara ini berkembang dan bisa menjadi duta budaya Tabanan,” ujar Ngurah Manik.
Pimpinan Gita Bhaskara I Gede Made Wiartawan mengatakan pasca meninggalnya I Ketut Lastra pada tahun 1991, Madolin nyaris punah. Atas kekhawatiran tersebut ia kemudian bersama Made Artana dan generasi muda setempat merekonstruksi Mandolin pada tahun 2010. “Selama enam bulan kami merekonsruksi Mandolin. Dengan memodifikasi Mandolin akhirnya terbentuk group Bungsil Gading,” jelas Wiartawan.[bbn/nod/mul]
Reporter: -
Berita Terpopuler
Pemuda di Kintamani Ditemukan Tewas Tergantung di Kebun
Dibaca: 3883 Kali
Anggota DPRD Gianyar Wayan Gede Sudarta Meninggal di Malaysia
Dibaca: 2807 Kali
Guru SD di Singaraja Dilaporkan atas Dugaan Pencabulan Siswi
Dibaca: 2031 Kali
Klinik Polres Jembrana Raih FKTP Terbaik I di Bidokkes Award 2026
Dibaca: 1977 Kali
Polisi Tangkap Terduga Pelaku Pelecehan Siswi SD di Payangan
Dibaca: 1802 Kali
ABOUT BALI
Riset BRIN Ungkap Alasan Masyarakat Bali Mulai Memilih Krematorium untuk Ngaben
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun