Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Sabtu, 31 Oktober 2026
Oknum Sipir Ditangkap Saat Transaksi Narkoba Depan Lapas Kerobokan
Kamis, 15 Februari 2018,
04:35 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bali Brigjen Pol Putu Gede Suastawa menerangkan, oknum sipir Lapas Kerobokan bernama Fidel Ramos (27) yang dibekuk merupakan jaringan narkoba Lapas Kerobokan.
Pria asal Sumatera Utara itu ditangkap bersama pengedar narkoba, I Gusti Agung Bagus Kameswara alias Jik Tele (43) dan Komang Mertayasa (39) usai bertransaksi di depan Lapas Kerobokan Klas IIA, Jalan Tangkuban Perahu, Denpasar, Senin (12/2) sekitar pukul 10.15 Wita.
Barang bukti yang disita dari tersangka Fidel Ramos yakni 3 paket sabu seberat 44,70 gram. Sedangkan dari dua tersangka Jik Tele dan Komang Mertayasa, petugas mengamankan barang bukti 77 butir ekstasi. “Mereka bertransaksi di depan Lapas Kerobokan, kami sudah sita barang bukti,” ungkap Brigjen Suastawa, Rabu (14/2).
Menurut Brigjen Suastawa, penangkapan tiga jaringan narkoba itu berawal dari informasi adanya transaksi narkoba di depan lapas Kerobokan, Senin (12/2) sekitar pukul 10.15 Wita. Fidel Ramos pun menjadi sasaran target.
Dalam pengintaian, petugas melihat pria asal Sumatera Utara itu keluar dari pintu lapas menuju jalan raya, tepatnya di Jalan Tangkuban Perahu, Denpasar. Pria bertubuh kurus yang saat itu masih mengenakan pakaian dinas Lapas terlihat bertemu dengan tersangka Jik Tele dan Komang Mertayasa.
“Dia kami tangkap saat berpakaian dinas. Saat itulah kami menangkap keduanya dengan barang bukti sabu dan ekstasi," terang jenderal asal Mengwi, Badung ini.
Kata Brigjen Suastawa, tersangka Fidel Ramos mengaku sabu seberat 44,70 gram didapat dari seorang napi lapas Kerobokan, berinisial KR. Agar tidak ketahuan petugas jaga lainnya, sabu tersebut dimasukkan ke dalam cangkir dan dibawa keluar.
Pascatransaksi, sabu tersebut diserahkan kepada tersangka Jik Tele dan Komang Mertayasa. “Napi KR sudah diamankan pihak lapas dan masih diperiksa di sana. Nanti kita periksa juga. Kami menduga sabu ini dipasok dari luar penjara,” ujarnya.
Dipemeriksaan, Fidel Ramos yang juga pemakai narkoba ini mengaku baru sekali bertransaksi, namun petugas tidak mudah percaya. Karena dari informasi, ketiga tersangka ini sering bertransaksi di depan lapas dan sudah lama menjadi target operasi. “Dalam sehari dia bisa mendapatkan untung Rp 3 juta atau Rp 10 juta kalikan saja sebulan,” bebernya.
Ditanya soal berapa upah yang diperoleh tersangka Fidel Ramos, Brigjen Suastawa enggan menjawabnya dengan alasan masih didalami. “Yang jelas dia ini (Fidel Ramos, red) penyambung lidah antar barang dari dalam ke luar lapas,” tegas mantan Karorena Polda Bali ini.
Berita Denpasar Terbaru
Berita Premium
Reporter: bbn/bgl
Berita Terpopuler
01
Mess di Panjer Diserang 19 Orang, Empat Pemuda Luka
Dibaca: 6039 Kali
02
Perempuan 36 Tahun Akhiri Hidup di Kamar Kos Tulikup Gianyar
Dibaca: 4707 Kali
03
Rem Blong, Dua Pria Tewas Kecelakaan di Sukasada
Dibaca: 2672 Kali
04
Telkom Resmi Spin-Off Infrastruktur Fiber ke InfraNexia
Dibaca: 2365 Kali
05
Menkum Dorong WIPO Buat Standar Global Royalti, Karya AI Tak Dilindungi
Dibaca: 2253 Kali
ABOUT BALI
Misteri Lontar Lombok yang Tersimpan di Museum Dukuh Penaban Karangasem
Kamis, 8 Oktober 2026
Nyenuk Ngingkup di Tampaksiring Kembali Digelar Setelah 48 Tahun
Sabtu, 3 Oktober 2026
Guruh Sudah Meramal Overtourism Bali pada Lagu "Chopin Larung" 1975
Sabtu, 26 September 2026
Ban Truk Meledak, Sopir Tewas di Rest Area Pekutatan
Senin, 21 September 2026
Menelusuri Jejak Arsitektur Taman Soekasada Ujung
Senin, 21 September 2026