Akun
guest@beritabali.com

Beritabali ID:


Langganan
logo
Beritabali Premium Aktif

Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium




Beri Nilai Tambah, Bali Art Carnival Tampilkan Kostum Berbahan Daur Ulang

Minggu, 4 Maret 2018, 17:15 WITA Follow
Beritabali.com

beritabali.com/ist

IKUTI BERITABALI.COM DI GOOGLE NEWS

BERITABALI.COM, DENPASAR.

Pawai Budaya dengan tajuk 'Bali Art Carnival' pada Sabtu (3/3) menampilkan kostum yang didesain oleh seniman dengan menggunakan bahan daur ulang sehingga memberi nilai tambah.
 

Gubernur Bali Made Mangku Pastika mengatakan pemanfaatan bahan daur ulang ini merupakan upaya memberi inspirasi dan motivasi bagi seniman Bali untuk memanfaatkan bahan-bahan bekas yang didaur ulang sehingga mempunyai nilai tambah.
 
“Ini memanfaatkan daur ulang, untuk desain guna memberi inspirasi dan motivasi bagi seniman,” ujarnya usai melepas pawai yang sekaligus menandai pembukaan Gelar Seni Akhir Pekan Bali Mandara Nawanatya III di depan Jayasabha, Sabtu (3/3). 
 
Pawai ini merupakan kali kedua diadakan, serangkaian dengan Gelar Seni Akhir Pekan Bali Mandara Nawanatya yang dilaksanakan setiap tahunnya. Bali Mandara Nawanatya merupakan wadah bagi ekspresi seniman muda yang inovatif menuju kesejahteraan dan kemajuan dan keagungan peradaban Bali. 
 
Pastika menilai pawai kali ini cukup baik, tidak kurang puluhan seniman menampilkan berbagai kostum karnaval hasil rancangan para desainer. 
 
“Untuk tahap awal lumayan, tahap berikutnya bisa lebih komplek, lebih banyak lagi pesertanya, sehingga bisa memberikan arti untuk Nawanatya ini,” katanya. 

Ditambahkannya, Nawanatya merupakan ajang atau ruang yang disiapkan untuk memberi kreatifitas baru, jadi sepanjang tahun Pemprov Bali menyelenggarakan kegatan-kegiatan kesenian dan budaya untuk memberikan spirit baru kepada kesenian Bali.
 
Kepala Dinas Kebudayaan Provinsi Bali, Dewa Putu Beratha mengatakan selain diikuti seniman-seniman muda Bali, juga turut berpartisipasi diantaranya Yayasan Penggak Men Mersi, SMA Bali Mandara, Kisrama Production-Singaraja, Fortuna Management-Singaraja, Komunitas Seni Pancer Langit, dan Banyuwangi Ethno Carnaval. 
 
“Para peserta menggunakan bahan daur ulang seperti kertas dan koran bekas, plastik dan sebagainya. Hampir sebulan sebelum pawai, Disbud telah menggelar workshop tentang pembuatan kostum karnaval,” jelasnya.
Beritabali.com

Berlangganan BeritaBali
untuk membaca cerita lengkapnya

Lanjutkan

Reporter: bbn/sin



Simak berita terkini dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Ikuti saluran Beritabali.com di WhatsApp Channel untuk informasi terbaru seputar Bali.
Ikuti kami