Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
Trending:
- Jumat, 8 Mei 2026
Kendaraan Dipandang Sebagai Senjata Sehingga Diupacarai Saat Tumpek Landep
Jumat, 30 Maret 2018,
22:45 WITA
Follow
IKUTI BERITABALI.COM DI
GOOGLE NEWS
BERITABALI.COM, DENPASAR.
Beritabali.com, Denpasar. Kebiasaan masyarakat Hindu Bali yang mengupacarai kendaraan bermotor saat Tumpek Landep disebabkan oleh pandangan bahwa kendaraan bermotor merupakan alat atau salah satu senjata dalam memudahkan kehidupan manusia. Pada akhirnya tidak jarang juga peralatan elektronik turut serta diupacarai saat Tumpek Landep.
[pilihan-redaksi]
"Karena kendaraan bahanya dari besi dan digunakan sebagai senjata untuk membantu kehidupan manusia" kata Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si ketika di konfirmasi melalui telpon pada Jumat (30/3).
"Karena kendaraan bahanya dari besi dan digunakan sebagai senjata untuk membantu kehidupan manusia" kata Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Bali Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si ketika di konfirmasi melalui telpon pada Jumat (30/3).
Menurut Sudiana, apa yang dilakukan oleh masyarakat pada dasarnya menyesuaikan dengan situasi dan kondisi. Secara prinsip semuanya adalah sebagai ucapan syukur kepada Tuhan atas anugerah kemudahan hidup yang diterima umat.
Sudiana menjelaskan bahwa Tumpek Landep yang jatuh pada hari Saniscara wuku Landep secara ritual upacara oleh umat Hindu diyakini sebagai hari untuk pemujaan sanghyang Pasupati sebagai manivestasi Tuhan dalam fungsinya sebagai penguasa semua kehidupan atau juga mahluk di alam semesta ini.
[pilihan-redaksi2]
Demikian juga Pasupati dilakukan untuk memberikan kekuatan kepada semua senjata tajam untuk perang sehingga hari itu semua senjata diupacarai untuk dimohonkan kepada Tuhan agar bisa bertuah dan selalu menang jika digunakan untuk menaklukan lawan di medan perang dan menjaga keamanan negara.
Demikian juga Pasupati dilakukan untuk memberikan kekuatan kepada semua senjata tajam untuk perang sehingga hari itu semua senjata diupacarai untuk dimohonkan kepada Tuhan agar bisa bertuah dan selalu menang jika digunakan untuk menaklukan lawan di medan perang dan menjaga keamanan negara.
"Upacara ini dilakukan oleh masyarakat Bali di rumahya yang memiiki senjata, keris, tombak dan lain-lain, dahulu di Puri, Jero, dimana tempat penyimpanan senjata" ujar Sudiana yang juga merupakan Rektor IHDN Denpasar.
Sudiana menambahkan sekarang oleh masyarakat upacara Tumpek Landep berkembang, dimana semua benda yang dari besi diupacarai juga untuk dimohonkan anugerah supaya bertuah guna membantu kehidupan manusia di dunia. Demikian juga secara filsafat Tumpek Landep sebagai hari untuk memohon landeping idep atau mempertajam pikiran untuk menghadapi semua tantangan hidup di dunia. (bbn/mul)
Berita Premium
Reporter: bbn/mul
Berita Terpopuler
01
Remaja di Karangasem Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon Jati
Dibaca: 812 Kali
02
Isu Duet dengan AWK di Pilgub 2030, Ini Respons De Gadjah
Dibaca: 702 Kali
03
Pemerintah Dorong KEK Kura Kura Bali Jadi Pusat Keuangan Global
Dibaca: 524 Kali
04
Polisi Bongkar Praktik LC di Bawah Umur di Kafe Gianyar
Dibaca: 508 Kali
05
ABOUT BALI
Wali Panguangan, Tradisi Sakral Syukuran Panen di Desa Mengani Bangli
Selasa, 5 Mei 2026
Perang Tipat Sayan, Tradisi Syukur Petani Jaga Kesuburan Sawah
Senin, 30 Maret 2026
Sakralnya Bale Gajah Pura Besakih, Tak Sembarangan Orang Bisa Naik
Kamis, 26 Maret 2026
Menyambut Energi Baru Imlek Lewat Ritual Rupang
Kamis, 12 Februari 2026