Akun
guest@beritabali.com
Beritabali ID: —
Langganan
Beritabali Premium Aktif
Nikmati akses penuh ke semua artikel dengan Beritabali Premium
- Kamis, 18 Juni 2026
Lawar Marlin Alternatif Kuliner Semua Kalangan
BERITABALI.COM, GIANYAR.
Umumnya menu Lawar menyuguhkan daging babi, ayam, bebek (kuwir) bahkan kambing sebagai pilihan variasi menu. Namun saat ini bertambah satu lagi menu variasi yang ditawarkan Warung Lawar di Sukawati yaitu, Lawar Marlin.
Lawar 'be' Marlin atau dikenal lawar marlin ini adalah salah satu jenis lawar yang berbeda dengan lawar lainnya. Yang membedakan olahan lawar ini dengan lawar lainnya adalah penggunaan daging ikan marlin sebagai campuran dari lawar marlin dan tidak menggunakan darah pada campurannya.
Adi Dongker, pemilik warung Lawar Marlin di Sukawati mengatakan lawar marlin, pada awalnya adalah sebagai alternatif lain dari olahan lawar yang umumnya menggunakan daging babi, dimaksudkan agar semua kalangan bisa menikmati olahan lawar Bali.
”Alasan saya menggunakan daging ikan marlin agar semua orang bisa menikmati lawar, dan daging ikan marlin yang saya gunakan adalah jenis blue marlin, karena dagingnya tidak terlalu amis, serta tekstur daging yang lembut dan berserat,” ungkapnya, Minggu (15/4).
Lawar marlin, lanjutnya memang memberikan citra rasa tersendiri bagi para penikmatnya, dengan tekstur daging ikan marlin yang lembut dan berserat serta campuran yang pas antara bumbu dengan bumbu rahasia darinya, membuat daging ikan marlin menjadi tidak amis. Selain itu taburan mice gadang (merica hijau) membuat lawar marlin menjadi lebih mantap.
Dari sekian banyak jenis lawar yang ada di Bali, memang olahan lawar dengan daging ikan marlin adalah yang baru dan mulai diminati banyak kalangan, karena keunikan dan memiliki ciri khas rasa tersendiri dibanding jenis lawar lainnya. Selain itu, penggunaan daging ikan marlin sebagai olahan lawar bisa dinikmati oleh siapa saja. (bbn/FisipUnud/rob)
Reporter: bbn/rls
Berita Terpopuler
ABOUT BALI
Tradisi Mepatung di Bangli, Penampahan Galungan yang Pererat Persaudaraan
Video Langka Calonarang dan Janger Pegok 1937 Ditemukan di Jerman
Tradisi Wadak di Mengani Tetap Lestari, Desa Batasi Satu Godel Setahun